Akibat Dot Kurang Bersih

Jamur yang menyebabkan lidah putih pada bayi di sebut candida monilia sis. Seperti kita ketahui, jamur adalah spora yang sulit mati, bahkan di air mendidih sekalipun. Jadi, meski Mama membuat susu de ngan air hangat, jamur akan tetap hidup. Nah, jamur bisa masuk melalui dot yang tidak ber sih ke mulut bayi. Jamur itu akan menetap di lidah, lalu tertelan bersama susu, masuk ke dalam darah, dan menyebabkan diare.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Masalahnya, ada seba gian Mama yang tak bisa menyusui bayinya secara langsung dengan berbagai alasan. Bayinya lahir pre matur lalu dirawat di inku bator, misalnya. Umum nya bayi prematur belum memiliki kekuatan untuk mengisap, jadi tidak bisa menyusu langsung. Atau Mama yang terkena HIV dan dinyatakan tidak dapat menyusui bayinya. Menurut Akira, pada kasus-kasus seperti ini, daripada mem beri botol dot, gunakan cup feeder saat memberi susu pada bayi.

“Dengan meng gunakan alat tersebut, ada dua keuntungannya, meng hindari infeksi akibat jamur dan refl eks mengisap pada bayi tidak hilang,” saran Akira. Jamur muncul bisa karena dua hal. Pertama, dot yang kurang bersih; kedua, ada nya gesekan dot (benda asing) dengan lidah bayi. Jamur adalah spora yang sulit mati, bahkan di air mendidih sekalipun.

Tidak Perlu Diberi Air Putih

Nah, terkait dengan bercak putih ini, beberapa Mama menyusui–karena khawatir bayinya terkena jamur— memberi air putih setelah si kecil menyusu ASI. Padahal ini tidak perlu karena sifat ASI sudah alami sehingga tidak berbahaya bagi bayi. “Lidah bayi ASI juga tidak perlu dibersihkan dengan kain. Justru dikhawatirkan kain untuk membersih kan lidah bayi tidak bersih dan berpotensi tumbulnya jamur,” jelas Akira. Bagi Mama yang mem beri bayinya susu dot, lanjut Akira, perhatikan benar ke bersihan dot dan botolnya agar bayi terhindar dari jamur.

Nah, bila pada suatu saat bayi malas minum susu (terutama pada bayi yang minum melalui botol), periksa dalam mulutnya, apakah lidahnya putih? Kalau hanya berupa sisa susu biasa, bercak itu bisa dibersihkan dengan kain kasa steril. Namun kalau tidak hilang setelah dibersihkan, bisa berarti itu jamur yang akarnya sudah menempel pada lidah. Segera konsultasikan pada dokter anak untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Berbahayakah Bercak Putih Di Lidah Bayi

Biasanya muncul karena jamur akibat kebersihan dot kurang dijaga. Berbahagialah Mama yang menyusui bayinya langsung. Sebab, bayi-bayi yang mendapat ASI lewat payudara sa ngat jarang ter kena jamur yang menye babkan munculnya bercak bercak putih di lidah. “Tapi kalau bayinya menggunakan dot, lalu kebersihan dotnya ini kurang dijaga, maka bisa muncul jamur di lidahnya, berupa bercak putih,” jelas dokter spesialis anak, Akira Prayudijanto. Jamur di lidah muncul akibat stomatitis atau ra dang di rongga mulut. Nah, jamur muncul bisa karena dua hal. Pertama, dot yang kurang bersih; kedua, ada nya gesekan dot (benda asing) dengan lidah bayi. Stomatitis menyebab kan lidah serasa menebal. Karena bayi merasa tidak nyaman, kondisi ini akan mengganggu bayi dalam proses menyusu.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Bisa Juga Karena Antibiotik

Jamur juga bisa muncul akibat peng gunaan antibiotik yang terlalu lama. Misal, pada bayi yang sedang dirawat karena infeksi berat. Pemberian antibiotik memang bisa membunuh kuman. Sayangnya antibiotik tidak dapat memilih kuman jahat atau kuman baik. Semua kuman pun diberantas olehnya sehingga kuman baik yang bertugas membunuh jamur pun mati dan jamur dapat tumbuh subur. Bagaimana pada kasus Mama menyusui yang harus minum antibiotik karena satu dan lain hal? Apakah akan memengaruhi bayinya? Menurut Akira, tidak, karena dosis tersebut tentu sudah sesuai takaran aman. Lagi pula ASI memiliki kemampuan untuk menyaring, se hingga tidak membahayakan bayi.

Amankah Berendam Di Bak Mandi?

Banyak orangtua khawatir, terlalu sering berendam di bak mandi bisa membuat si batita terkena infeksi saluran kemih. Sebenarnya, hingga kini belum ada bukti yang langsung mengarah ke sana. Namun, hal ini juga bukannya mustahil dialami si batita. Jika sabun yang digunakan untuk membuat busa itu terlalu keras, kandungan kimianya bisa mengiritasi uretra si kecil, sehingga ia akan merasa sakit saat pipis. Karena tidak ingin kesakitan, ia akan menahan pipis, sehingga akhirnya bakteri pun berkembang. Jika si batita tergolong rentan terhadap infeksi saluran kemih, tak ada salahnya menjauhkan ia dari bak mandi.

Sumber : pascal-edu.com

Guru Ngaji Dari Crystal Lake Bag4

Salah satu patennya, MultiColumn Tension (McT) Leg Platform, terdaftar pada 8 Mei 2014. Paten itulah yang membawa Arcandra ke Indonesia. Pada 25 September 2014, PT Pertamina EP mengundang Arcandra membenahi proyek kilang di L-Parigi, Karawang. Arcandra mengatakan Petroneering mengajukan proposal ke Pertamina sejak 2013. Menurut dia, keunggulan teknologi McT adalah lebih ekonomis karena bisa disesuaikan dengan umur lapangan proyek. ”Teknologi McT sesuai jika diterapkan di lapangan ini,” ujarnya.

Pertamina tak bersedia membeberkan kerja sama dengan Petroneering. Juru bicara Pertamina EP, Muhammad Baron, mengatakan evaluasi kemitraan secara teknis masih belum selesai dibahas. ”Kami belum bisa membuka hasilnya,” ucapnya. Tiga tahun ditunggu, Pertamina baru mengiyakan proyek senilai US$ 150 juta itu lima hari sebelum Arcandra ditunjuk sebagai menteri. Namun pria berdarah Minang ini menampik tudingan bahwa proyek itu didapat karena ada mantan petinggi Pertamina di Petroneering. ”Tak ada kaitan dengan Pertamina. Silakan lihat sendiri kalau punya akses.”

Panada Ayam Bolognese ala Cafe Instagramable di Jakarta

Panada Ayam Bolognese ala Cafe Instagramable di Jakarta

Bahan : 500 gr tepung terigu protein sedang 1/2 sdt baking powder 7 gr ragi instan 2 sdm gula pasir 2 btr telur 1 sdt garam 250 ml santan, dari 1/4 butir kelapa 500 ml minyak, untuk menggoreng Bahan Isi: 2 siung bawang putih, cincang halus 3 bh cabai rawit, iris kasar 2 bh tomat, rebus, cincang kasar 300 gr daging ayam giling 2 sdm saus tomat 3/4 sdt garam 1/2 sdt gula pasir 1/4 sdt merica hitam kasar 1/4 sdt oregano bubuk 1/2 sdt margarin, untuk menumis

Cara Membuat Untuk 30 buah : 1. Isi, panaskan margarin. Tumis bawang putih dan cabai sampai harum. Masukkan ayam. Aduk hingga berubah warna. 2. Masukkan tomat. Aduk sampai layu. Bubuhi garam, gula pasir, dan merica hitam. Aduk rata. Masukkan saus tomat dan oregano. Aduk rata. Masak di atas api kecil sambil sesekali diaduk hingga meresap. Sisihkan. 3. Kulit, campur tepung terigu, ragi instan, gula pasir, dan baking powder. Aduk rata. Masukkan garam, telur, dan santan sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga terlihat elastis. Diamkan 20 menit. 4. Timbang adonan masing-masing 20 gram. Bentuk bulat. 5. Pipihkan adonan. Beri isi. Pilin seperti pastel. Diamkan 20 menit. 6. Goreng pada minyak yang telah dipanaskan pakai api sedang hingga matang.

Lumpia Telur Asin

Bahan: 10 lbr kulit lumpia 2 sdm tepung terigu, larutkan bersama 2 sdm air, untuk perekat 500 ml minyak, untuk menggoreng Bahan Isi: 1 bh paha ayam, buang tulangnya, cincang kasar 200 gr rebung, iris korek api 3 btr telur asin matang, ambil kuningnya 3 siung bawang putih, dicincang halus 1 sdm kecap manis 1/2 sdt garam 1/4 sdt gula pasir 1/4 sdt merica bubuk 1 ikat kucai, untuk mengikat 2 sdm minyak, untuk menumis

Cara Membuat untuk 10 buah: 1. isi, panaskan minyak. tumis bawang putih sampai harum. tambahkan ayam. aduk sampai berubah warna. pinggirkan. 2. masukkan kuning telur asin. aduk sampai berpasir. tambahkan rebung. aduk sampai layu. 3. bubuhi kecap manis, garam, merica bubuk, dan gula pasir. aduk rata. 4. ambil selembar kulit lumpia. beri isi. lipat dan gulung. Rekatkan dengan larutan tepung terigu. ikat lumpia dengan kucai di bagian tengahnya. 5. Goreng pada minyak yang telah dipanaskan, di atas api sedang hingga matang.

Sumber : stoica.id