Urutan Processor Terbaik untuk Hp 4G

Hingga saat ini, Snapdragon masih menjadi chipset primadona untuk berbagai perangkat mobile. Oleh karena itu, Qualcomm pun sudah menyiapkan chipset Snapdragon versi 64-bit lengkap dengan feature 4G. S ebelum para produsen chipset mulai berbondong- bondong menciptakan SoC (System-on-Chip) untuk smartphone dan tablet, Qualcomm sudah meng hadirkan SoC Snapdragon untuk berbagai smart phone pada tahun 2007. Awalnya, Qualcomm men– – gandalkan ARM11 sebagai CPU untuk dipadukan ke dalam chipset buatannya. Namun setelah itu, Qualcomm membuat CPU sendiri dengan codename Scorpion. Berbeda dengan ARM11 yang masih menggunakan arsitektur ARM v6, Scorpion sudah menggunakan arsitektur ARM v7. Sejatinya, Scorpion memiliki feature yang tidak jauh berbeda dengan CPU Cortex-A8. Pasalnya, CPU Cortex-A8 juga menggunakan arsitektur yang sama. Namun Qualcomm berhasil membuat performa CPU Scorpion lebih kencang jika dibandingkan dengan Cortex-A8. Scorpion pada awalnya hanya memiliki varian single core saja.

Baca Juga : https://teknorus.com/wa-web/

Namun seiring kompleksnya kebutuhan pengguna para perangkat mobile, prosesor single core tidak cukup mumpuni untuk memproses berbagai data. Oleh karena itu, Scorpion pun hadir dalam varian dual core. Hingga tahun 2010, Qualcomm masih menjagokan Scorpion sebagai CPU untuk dipadukan pada chipset buatannya. Qualcomm sendiri sempat menggunakan CPU Scorpion mulai dari chipset Snapdragon S1, Snapdragon S2, hingga Snapdragon S3. Pada chipset Snapdragon S1, CPU Scorpion masih menggunakan proses fabrikasi 65 nm. Memasuki seri Snapdragon S2, prosesor tersebut pun diproduksi dengan proses fabrikasi yang semakin kecil, yakni 45 nm. Hal tersebut membuatnya semakin efisien dari sisi konsumsi daya. Setelah menggunakan CPU Scorpion, Qualcomm pun merilis CPU dengan codename Krait. Meski masih menggunakan arsitektur ARM v7, CPU ini hadir dengan performa yang lebih kencang jika dibandingkan dengan Scorpion. Tidak hanya itu, konsumsi daya serta panas yang dihasilkan pada saat bekerja pun berkurang. Pasalnya, CPU Krait menggunakan proses fabrikasi yang lebih kecil dari Scorpion, yakni 28 nm. Berbeda dengan CPU Scorpion, Krait hadir dengan varian dual core dan quad core.

Sejak tahun 2012 sampai saat ini, CPU Krait masih dipercaya untuk dipadukan ke dalam chipset Snapdragon. Hampir semua varian dari chipset Snapdragon seri S4, 200, 600, hingga 800, menggunakan prosesor tersebut sebagai komponen utama untuk memproses berbagai data. Tidak hanya untuk kelas entry saja, CPU Krait juga hadir untuk kelas mainstream hingga high end. CPU Krait 200 hadir untuk mengisi kelas entry. Sedangkan Krait 300 untuk kelas mainstream. Sementara Krait 400 dan Krait 450 untuk kelas high-end. Hingga saat ini, masih banyak produsen perangkat mobile yang menggunakan CPU Krait 400 untuk lini produk unggulannya. Meski sudah memiliki CPU sendiri, beberapa tidak semua varian chipset menggunakan CPU Scorpion maupun Krait. Ada beberapa varian yang menggunakan CPU Cortex. Sejatinya, CPU Cortex pun tidak jauh berbeda dengan Scorpion maupun Krait. Pasalnya, Cortex, Scorpion, dan Krait menggunakan arsitektur yang sama, yakni ARMv7. Hanya saja, prosesor Scorpion dan Krait dibuat oleh Qualcomm dengan melakukan beberapa modifikasi. Sedangkan CPU Cortex dibuat oleh ARM Holdings sendiri sebagai model referensi atau model dasar. Karakteristik dari CPU Krait sendiri tidak jauh berbeda dengan Cortex-A15 buatan ARM Holdings.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *