Urutan Processor Terbaik untuk Hp 4G Bagian 2

Varian Snapdragon S1, S2, S3, dan S4

Pada tahun 2011, Qualcomm mulai mengelompokkan seri chipset Snapdragon buatannya menjadi empat, yakni S1, S2, S3, dan S4. Semakin besar angkanya, maka semakin kencang pula performanya. Sebaliknya, semakin kecil angka serinya, maka performa yang dimilikinya semakin pelan dan harganya pun semakin murah. Untuk Snapdragon S4, Qualcomm membaginya menjadi empat tipe, yakni S4 Play, S4 Plus, S4 Pro, dan S4 Prime. Berbeda dengan S4 Plus, Pro, dan Prime yang sudah menggunakan proses fabrikasi 28 nm, S4 Play masih menggunakan proses fabrikasi 45 nm. S4 Play juga belum menggunakan CPU Krait buatan Qualcomm. Seluruh varian dari S4 Play masih menggunakan CPU Cortex-A5 yang dapat dikonfigurasikan hingga 1,2 GHz. Beberapa varian dari Snapdragon S4 Play pun masih menggunakan dua buah CPU Cortex-A5.

Meski begitu, ada beberapa varian yang sudah menggunakan prosesor quad-core. Berbeda dengan Snapdragon S4 Play, S4 Plus sudah menggunakan CPU Krait buatan Qualcomm. Namun seluruh varian S4 Plus masih menggunakan prosesor dual-core. Untuk S4 Pro, Qualcomm membenamkan dua buah CPU Krait 300 pada beberapa varian yang dapat dikonfigurasikan hingga 1,7 GHz. Sedangkan sisanya, menggunakan empat buah CPU Krait yang dapat dikonfigurasikan hingga 1,5 GHz. Sementara untuk chipset Snapdragon S4 Prime, hanya ada satu model, yakni MPQ8064. Model tersebut ditenagai oleh empat buah CPU Krait yang dapat dikonfigurasikan hingga 1,7 GHz. Namun chipset ini hanya digunakan oleh perangkat tertentu saja. Pasalnya, chipset tersebut tidak dilengkapi dengan berbagai modul konektivitas jaringan seperti Bluetooth, Wi-Fi, dan cellular radio. Tidak hanya menggunakan proses fabrikasi 28 nm, Snapdragon S4 Plus, Pro, dan Prime juga mengadopsi teknologi Low Power sehingga mampu menghasilkan performa yang kencang pada konsumsi daya yang rendah. Hal membuat daya tahan baterai pada perangkat mobile dapat bertahan lebih lama. Snapdragon 200 Pada tahun 2013, seri chipset S1, S2, S3, dan S4 diganti menjadi 200, 400, 600 dan 800.

Baca Juga : https://teknorus.com/gambar-keren/

Seperti sebelumnya, seri 800 memiliki performa yang paling kencang di antara seri 200, 400, dan 600. Seiiring munculnya lini chipset baru dari Qualcomm, para produsen smartphone dan tablet pun semakin banyak yang menggunakan chipset Snapdragon. Tidak hanya dikarenakan pasar perangkat mobile meningkat pesat, chipset Snapdragon juga semakin dipercaya oleh produsen smartphone dan tablet. Pasalnya, chipset Snapdragon memiliki performa yang kencang dengan manajemen konsumsi daya yang baik. Snapdragon 200 terbagi menjadi beberapa sub seri, yakni 200, 208, dan 210. Seri 200 hadir pada tahun 2013, sedangkan seri 208 dan 210 hadir pada tahun 2014. Untuk seri 200, kebanyakan varian chipset sudah menggunakan CPU Cortex-A7 dengan proses fabrikasi 28 nm LP. Namun masih ada dua varian chipset yang masih menggunakan CPU Cortex-A5 dengan proses fabrikasi 45 nm LP. Meskipun masih ada dua varian yang menggunakan CPU Cortex-A5, keduanya sudah teknologi Low Power sehingga konsumsi dayanya pun lebih irit. Seluruh varian chipset Snapdragon 200 juga sudah mendukung penggunaan modul LPDDR2. Berbeda dengan Snapdragon 200, seri 208 dan 210 sudah mendukung penggunaan modul LPDDR2 / LPDDR3. Memasuki seri 210, chipset Snapdragon juga sudah dilengkapi dengan modul 4G LTE. Snapdragon 400 Untuk Snapdragon 400, terbagi menjadi dua sub seri, yakni 400 dan 410. Seri 400 hadir pada tahun 2013, sedangkan seri 410 hadir pada tahun 2014. Jika dibandingkan dengan Snapdragon 200, chipset Snapdragon 400 lebih banyak diadopsi oleh para produsen smartphone dan tablet. Tidak hanya untuk kelas entry, chipset tersebut juga digunakan untuk perangkat kelas mainstream.

Varian chipset dalam Snapdragon 400 menggunakan berbagai jenis CPU. Mulai dari CPU quad-core Cortex-A7, dualcore Krait 200, hingga dual-core Krait 300. Berbeda dengan seri 400, seri 410 hadir dengan arsitektur ARMv8 64-bit. Seri 410 juga menjadi chipset mobile pertama buatan Qualcomm yang menggunakan arsitektur 64-bit. Chipset tersebut dilengkapi dengan berbagai modul jaringan seperti 4G LTE, Bluetooth, NFC, GPS, GLONASS, serta GPU Adreno 306. Tidak hanya itu, chipset tersebut juga mendukung resolusi layar hingga 1080p serta kamera 13 MP. CPU yang digunakannya pun berbeda dengan seri 400. Pada seri 410, Qualcomm menggunakan CPU Cortex-A53. Snapdragon 600 Snapdragon seri 600, terbagi menjadi empat sub seri, yakni 600, 602A, 610, dan 615. Sebagai chipset semi high-end, keluarga Snapdragon 600 dibekali dengan GPU yang cukup bertenaga. Tidak hanya itu, seluruh varian chipset dari Snapdragon 600, 602A, 610, dan 615 juga sudah mendukung penggunaan RAM LPDDR3. Oleh karena itu, performa yang dihasilkannya pun lebih kencang daripada Snapdragon seri 400. Snapdragon 600, Seri 600 sendiri hadir pada tahun 2013. Sedangkan seri 602A, 610, dan 615, hadir pada tahun 2014. Berbeda dengan keluarga seri 400, GPU pada chipset Snapdragon seri 600, 602A, 610, dan 615 sudah mendukung penuh penggunaan aplikasi dengan resolusi Full HD. Pada Snapdragon seri 600, seluruh varian chipsetnya menggunakan CPU quad-core Krait 300 yang menggunakan arsitektur 28 nm LP serta GPU Adreno 320. Kecepatan GPU Adreno 320 pada varian chipset Snapdragon seri 600 bervariasi dari 400 MHz hingga 450 MHz. Berbeda dengan seri lainnya yang dirancang untuk smartphone dan tablet, Snapdragon 602A hanya diimplementasikan untuk industri otomotif. 8064-AU merupakan satu-satunya model yang terdapat di dalam seri Snapdragon 602A. Seri tersebut menggunakan empat buah CPU Krait 300 yang dapat dikonfigurasikan hingga 1,5 GHz. Seperti Snapdragon seri 600, chipset tersebut juga menggunakan GPU Adreno 320. Untuk RAM, chipset tersebut mendukung penggunaan 32-bit LPDDR3 dual-channel dengan clock speed 533 MHz.

Dikarenakan untuk otomotif, chipset Snapdragon 602A dilengkapi dengan berbagai modul konektivitas yang cukup lengkap. Seperti modul Qualcomm Gobi dan Qualcomm VIVE. Modul Qualcomm Gobi menyediakan konektivitas untuk mobile data, seperti 9×15 LTE CAT3 / 3G modem, FDD / TDD LTE, TD-SCDMA, 3G DC-HSPA+ / HSPA, 3G CDMA EV-DorB / rA dan 3G CDMA 1x EDGE / GPRS / GSM. Sedangkan Qualcomm VIVE menyediakan konektivitas Wi-Fi dan Bluetooth. Modul yang digunakan pada Snapdragon 602A adalah Qualcomm VIVE QCA6574. Modul tersebut mendukung 2-stream 802.11 n/ac dan Bluetooth 4.1 + BLE. Seperti halnya chipset Snapdragon 410, Snapdragon 610 juga menggunakan arsitektur ARMv8 berbasis 64-bit. CPU yang digunakannya pun masih sama, yakni empat buah Cortex-A53. Prosesor yang diproduksi dengan teknologi 28 nm LP tersebut dapat dikonfigurasikan hingga 1,7 GHz. Berbeda dengan Snapdragon 600 yang menggunakan Adreno 320, seri 610 menggunakan GPU yang lebih bertenaga, yakni Adreno 405. Pada Adreno 405 terdapat feature HEVC/H.265 decode acceleration. Feature tersebut membuat aplikasi pemutar video semakin lancar pada saat memutar video. Snapdragon 615 merupakan chipset pertama buatan Qualcomm yang ditenagai oleh delapan inti prosesor. Namun delapan inti prosesor tersebut tidak berasal dari satu CPU, melainkan dua CPU kembar, yakni Cortex-A53. Masing-masing CPU memiliki empat inti prosesor. Satu CPU memiliki clock speed 1,7 GHz, sedangkan satu CPU lagi memiliki clock speed 1 GHz. Seperti Snapdragon 610, chipset ini pun menggunakan GPU Adreno 405.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *