Urutan Processor Terbaik untuk Hp 4G Bagian 3

Snapdragon 800

Snapdragon seri 800, terbagi menjadi lima sub seri, yakni 800, 801, 805, 808, dan 810. Snapdragon 800 hadir pada tahun 2013. Sedangkan 805 hingga 810 hadir pada tahun 2014. Untuk seri Snapdragon 801, beberapa varian dirilis pada tahun 2013, sisanya dirilis pada 2014. Berbeda dengan Snapdragon 600, 400, dan sebelumnya, Snapdragon 800 menggunakan empat buah CPU Krait 400. CPU Krait 400 tersebut memiliki performa yang lebih kencang jika dibandingkan dengan Krait 200 dan Krait 300. Krait 400 sendiri menggunakan arsitektur 28 nm High Performance Mobile. Dengan arsitektur tersebut, CPU Krait 400 mampu menghasilkan performa yang kencang. Konsekuensinya, dispasi panas yang dihasilkan menjadi lebih besar jika dibandingkan dengan Krait 200 atau Krait 300 yang menggunakan arsitektur 28 nm Low Power. Pada Snapdragon 800, CPU Krait 400 tersebut mampu dikonfigurasikan hingga 2,26 GHz. Seluruh varian Snapdragon 800 juga menggunaan GPU Adreno 330. Berkat GPU tersebut, perangkat mobile mampu menangkap maupun memutar video beresolusi 4K. Chipset Snapdragon 800 juga mendukung penggunakan kamera hingga 21 MP yang dilengkapi dengan feature stereoscopic 3D, dual image signal processor, USB 2.0, dan USB 3.0 melalui port Micro USB. Memasuki seri 801, tidak terdapat perubahan yang signifikan dari seri sebelumnya, yakni Snapdragon 800. Hal tersebut secara tidak langsung pun terlihat dari sedikitnya penambahan digit dari 800 ke 801. Hanya saja, Snapdragon 801 dirancang untuk dapat memiliki clock speed yang lebih kencang daripada Snapdragon 800. Tidak hanya itu, seri 801 juga dilengkapi dengan dukungan terhadap eMMC versi 5.0 yang memiliki kecepatan transfer data hingga 400 MB/s.

Baca Juga : https://teknorus.com/gudang-movie/

eMMC merupakan kepanjangan dari Embedded Multimedia Card atau yang biasa disebut dengan media penyimpanan internal. Beberapa varian dari chipset Snapdragon 801 sendiri mampu berlari hingga 2,36 – 2,45 GHz. Pada Snapdragon 805, CPU dan GPU yang digunakan lebih powerful jika dibandingkan dengan Snapdragon 801. CPU pada chipset Snapdragon 805 adalah empat buah Krait 450. Sedangkan GPU yang digunakan adalah Adreno 420. Krait 450 yang terdapat pada chipset tersebut dapat dikonfigurasikan hingga 2,7 GHz. Seperti halnya Krait 400, Krait 450 juga menggunakan arsiktetur 28 nm High Performance Mobile. Chipset ini juga dilengkapi dengan feature dual camera image signal processor hingga 55 MP, Stereoscopic 3D, eMMC 5.0, Bluetooth 4.1, Wi-Fi 802.11ac, USB 2.0, USB 3.0, dan IZat Gen8B GNSS location untuk GPS. Snapdragon 808 merupakan chipset pertama yang dilengkapi dengan prosesor hexa-core. Selain menggunakan hexa-core, chipset ini juga berbasis 64-bit. Untuk itu, Qualcomm membenamkan dua CPU berbasis 64-bit, yakni Cortex-A57 dan CortexA53. Pasalnya, hingga saat ini Qualcomm belum memiliki varian CPU Krait yang sudah menggunakan arsitektur 64-bit. Enam buah inti prosesor tersebut terdiri dari dua buah inti prosesor dari Cortex-A57, sedangkan sisanya berasal dari Cortex-A53.

Qualcomm juga memperbarui GPU pada chipset Snapdragon 808 dengan hadirnya Adreno 418. Meski performanya sedikit di bawah Adreno 420, GPU Adreno 418 sudah menggunakan proses fabrikasi 20 nm. Seri Snapdragon 810 merupakan seri yang paling ditunggutunggu oleh semua produsen smartphone maupun gadget. Pasalnya, chipset ini akan disetarakan dengan chipset Apple A8 yang terdapat pada iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. Selain itu Snapdragon 810 merupakan chipset flagship pertama buatan Qualcomm yang sudah berbasis 64-bit. Chipset ini akan dilengkapi dengan delapan inti prosesor yang berasal dari dua CPU, yakni Cortex-A57 dan Cortex-A53. Masing-masing menyumbang delapan inti prosesor. Di dalamnya juga terdapat GPU Adreno 430 yang memiliki clock speed 650 MHz serta menggunakan proses fabrikasi 20 nm. Tidak hanya itu, Snapdragon 810 juga sudah mendukung memory LPDDR4.

Urutan Processor Terbaik untuk Hp 4G Bagian 2

Varian Snapdragon S1, S2, S3, dan S4

Pada tahun 2011, Qualcomm mulai mengelompokkan seri chipset Snapdragon buatannya menjadi empat, yakni S1, S2, S3, dan S4. Semakin besar angkanya, maka semakin kencang pula performanya. Sebaliknya, semakin kecil angka serinya, maka performa yang dimilikinya semakin pelan dan harganya pun semakin murah. Untuk Snapdragon S4, Qualcomm membaginya menjadi empat tipe, yakni S4 Play, S4 Plus, S4 Pro, dan S4 Prime. Berbeda dengan S4 Plus, Pro, dan Prime yang sudah menggunakan proses fabrikasi 28 nm, S4 Play masih menggunakan proses fabrikasi 45 nm. S4 Play juga belum menggunakan CPU Krait buatan Qualcomm. Seluruh varian dari S4 Play masih menggunakan CPU Cortex-A5 yang dapat dikonfigurasikan hingga 1,2 GHz. Beberapa varian dari Snapdragon S4 Play pun masih menggunakan dua buah CPU Cortex-A5.

Meski begitu, ada beberapa varian yang sudah menggunakan prosesor quad-core. Berbeda dengan Snapdragon S4 Play, S4 Plus sudah menggunakan CPU Krait buatan Qualcomm. Namun seluruh varian S4 Plus masih menggunakan prosesor dual-core. Untuk S4 Pro, Qualcomm membenamkan dua buah CPU Krait 300 pada beberapa varian yang dapat dikonfigurasikan hingga 1,7 GHz. Sedangkan sisanya, menggunakan empat buah CPU Krait yang dapat dikonfigurasikan hingga 1,5 GHz. Sementara untuk chipset Snapdragon S4 Prime, hanya ada satu model, yakni MPQ8064. Model tersebut ditenagai oleh empat buah CPU Krait yang dapat dikonfigurasikan hingga 1,7 GHz. Namun chipset ini hanya digunakan oleh perangkat tertentu saja. Pasalnya, chipset tersebut tidak dilengkapi dengan berbagai modul konektivitas jaringan seperti Bluetooth, Wi-Fi, dan cellular radio. Tidak hanya menggunakan proses fabrikasi 28 nm, Snapdragon S4 Plus, Pro, dan Prime juga mengadopsi teknologi Low Power sehingga mampu menghasilkan performa yang kencang pada konsumsi daya yang rendah. Hal membuat daya tahan baterai pada perangkat mobile dapat bertahan lebih lama. Snapdragon 200 Pada tahun 2013, seri chipset S1, S2, S3, dan S4 diganti menjadi 200, 400, 600 dan 800.

Baca Juga : https://teknorus.com/gambar-keren/

Seperti sebelumnya, seri 800 memiliki performa yang paling kencang di antara seri 200, 400, dan 600. Seiiring munculnya lini chipset baru dari Qualcomm, para produsen smartphone dan tablet pun semakin banyak yang menggunakan chipset Snapdragon. Tidak hanya dikarenakan pasar perangkat mobile meningkat pesat, chipset Snapdragon juga semakin dipercaya oleh produsen smartphone dan tablet. Pasalnya, chipset Snapdragon memiliki performa yang kencang dengan manajemen konsumsi daya yang baik. Snapdragon 200 terbagi menjadi beberapa sub seri, yakni 200, 208, dan 210. Seri 200 hadir pada tahun 2013, sedangkan seri 208 dan 210 hadir pada tahun 2014. Untuk seri 200, kebanyakan varian chipset sudah menggunakan CPU Cortex-A7 dengan proses fabrikasi 28 nm LP. Namun masih ada dua varian chipset yang masih menggunakan CPU Cortex-A5 dengan proses fabrikasi 45 nm LP. Meskipun masih ada dua varian yang menggunakan CPU Cortex-A5, keduanya sudah teknologi Low Power sehingga konsumsi dayanya pun lebih irit. Seluruh varian chipset Snapdragon 200 juga sudah mendukung penggunaan modul LPDDR2. Berbeda dengan Snapdragon 200, seri 208 dan 210 sudah mendukung penggunaan modul LPDDR2 / LPDDR3. Memasuki seri 210, chipset Snapdragon juga sudah dilengkapi dengan modul 4G LTE. Snapdragon 400 Untuk Snapdragon 400, terbagi menjadi dua sub seri, yakni 400 dan 410. Seri 400 hadir pada tahun 2013, sedangkan seri 410 hadir pada tahun 2014. Jika dibandingkan dengan Snapdragon 200, chipset Snapdragon 400 lebih banyak diadopsi oleh para produsen smartphone dan tablet. Tidak hanya untuk kelas entry, chipset tersebut juga digunakan untuk perangkat kelas mainstream.

Varian chipset dalam Snapdragon 400 menggunakan berbagai jenis CPU. Mulai dari CPU quad-core Cortex-A7, dualcore Krait 200, hingga dual-core Krait 300. Berbeda dengan seri 400, seri 410 hadir dengan arsitektur ARMv8 64-bit. Seri 410 juga menjadi chipset mobile pertama buatan Qualcomm yang menggunakan arsitektur 64-bit. Chipset tersebut dilengkapi dengan berbagai modul jaringan seperti 4G LTE, Bluetooth, NFC, GPS, GLONASS, serta GPU Adreno 306. Tidak hanya itu, chipset tersebut juga mendukung resolusi layar hingga 1080p serta kamera 13 MP. CPU yang digunakannya pun berbeda dengan seri 400. Pada seri 410, Qualcomm menggunakan CPU Cortex-A53. Snapdragon 600 Snapdragon seri 600, terbagi menjadi empat sub seri, yakni 600, 602A, 610, dan 615. Sebagai chipset semi high-end, keluarga Snapdragon 600 dibekali dengan GPU yang cukup bertenaga. Tidak hanya itu, seluruh varian chipset dari Snapdragon 600, 602A, 610, dan 615 juga sudah mendukung penggunaan RAM LPDDR3. Oleh karena itu, performa yang dihasilkannya pun lebih kencang daripada Snapdragon seri 400. Snapdragon 600, Seri 600 sendiri hadir pada tahun 2013. Sedangkan seri 602A, 610, dan 615, hadir pada tahun 2014. Berbeda dengan keluarga seri 400, GPU pada chipset Snapdragon seri 600, 602A, 610, dan 615 sudah mendukung penuh penggunaan aplikasi dengan resolusi Full HD. Pada Snapdragon seri 600, seluruh varian chipsetnya menggunakan CPU quad-core Krait 300 yang menggunakan arsitektur 28 nm LP serta GPU Adreno 320. Kecepatan GPU Adreno 320 pada varian chipset Snapdragon seri 600 bervariasi dari 400 MHz hingga 450 MHz. Berbeda dengan seri lainnya yang dirancang untuk smartphone dan tablet, Snapdragon 602A hanya diimplementasikan untuk industri otomotif. 8064-AU merupakan satu-satunya model yang terdapat di dalam seri Snapdragon 602A. Seri tersebut menggunakan empat buah CPU Krait 300 yang dapat dikonfigurasikan hingga 1,5 GHz. Seperti Snapdragon seri 600, chipset tersebut juga menggunakan GPU Adreno 320. Untuk RAM, chipset tersebut mendukung penggunaan 32-bit LPDDR3 dual-channel dengan clock speed 533 MHz.

Dikarenakan untuk otomotif, chipset Snapdragon 602A dilengkapi dengan berbagai modul konektivitas yang cukup lengkap. Seperti modul Qualcomm Gobi dan Qualcomm VIVE. Modul Qualcomm Gobi menyediakan konektivitas untuk mobile data, seperti 9×15 LTE CAT3 / 3G modem, FDD / TDD LTE, TD-SCDMA, 3G DC-HSPA+ / HSPA, 3G CDMA EV-DorB / rA dan 3G CDMA 1x EDGE / GPRS / GSM. Sedangkan Qualcomm VIVE menyediakan konektivitas Wi-Fi dan Bluetooth. Modul yang digunakan pada Snapdragon 602A adalah Qualcomm VIVE QCA6574. Modul tersebut mendukung 2-stream 802.11 n/ac dan Bluetooth 4.1 + BLE. Seperti halnya chipset Snapdragon 410, Snapdragon 610 juga menggunakan arsitektur ARMv8 berbasis 64-bit. CPU yang digunakannya pun masih sama, yakni empat buah Cortex-A53. Prosesor yang diproduksi dengan teknologi 28 nm LP tersebut dapat dikonfigurasikan hingga 1,7 GHz. Berbeda dengan Snapdragon 600 yang menggunakan Adreno 320, seri 610 menggunakan GPU yang lebih bertenaga, yakni Adreno 405. Pada Adreno 405 terdapat feature HEVC/H.265 decode acceleration. Feature tersebut membuat aplikasi pemutar video semakin lancar pada saat memutar video. Snapdragon 615 merupakan chipset pertama buatan Qualcomm yang ditenagai oleh delapan inti prosesor. Namun delapan inti prosesor tersebut tidak berasal dari satu CPU, melainkan dua CPU kembar, yakni Cortex-A53. Masing-masing CPU memiliki empat inti prosesor. Satu CPU memiliki clock speed 1,7 GHz, sedangkan satu CPU lagi memiliki clock speed 1 GHz. Seperti Snapdragon 610, chipset ini pun menggunakan GPU Adreno 405.

Urutan Processor Terbaik untuk Hp 4G

Hingga saat ini, Snapdragon masih menjadi chipset primadona untuk berbagai perangkat mobile. Oleh karena itu, Qualcomm pun sudah menyiapkan chipset Snapdragon versi 64-bit lengkap dengan feature 4G. S ebelum para produsen chipset mulai berbondong- bondong menciptakan SoC (System-on-Chip) untuk smartphone dan tablet, Qualcomm sudah meng hadirkan SoC Snapdragon untuk berbagai smart phone pada tahun 2007. Awalnya, Qualcomm men– – gandalkan ARM11 sebagai CPU untuk dipadukan ke dalam chipset buatannya. Namun setelah itu, Qualcomm membuat CPU sendiri dengan codename Scorpion. Berbeda dengan ARM11 yang masih menggunakan arsitektur ARM v6, Scorpion sudah menggunakan arsitektur ARM v7. Sejatinya, Scorpion memiliki feature yang tidak jauh berbeda dengan CPU Cortex-A8. Pasalnya, CPU Cortex-A8 juga menggunakan arsitektur yang sama. Namun Qualcomm berhasil membuat performa CPU Scorpion lebih kencang jika dibandingkan dengan Cortex-A8. Scorpion pada awalnya hanya memiliki varian single core saja.

Baca Juga : https://teknorus.com/wa-web/

Namun seiring kompleksnya kebutuhan pengguna para perangkat mobile, prosesor single core tidak cukup mumpuni untuk memproses berbagai data. Oleh karena itu, Scorpion pun hadir dalam varian dual core. Hingga tahun 2010, Qualcomm masih menjagokan Scorpion sebagai CPU untuk dipadukan pada chipset buatannya. Qualcomm sendiri sempat menggunakan CPU Scorpion mulai dari chipset Snapdragon S1, Snapdragon S2, hingga Snapdragon S3. Pada chipset Snapdragon S1, CPU Scorpion masih menggunakan proses fabrikasi 65 nm. Memasuki seri Snapdragon S2, prosesor tersebut pun diproduksi dengan proses fabrikasi yang semakin kecil, yakni 45 nm. Hal tersebut membuatnya semakin efisien dari sisi konsumsi daya. Setelah menggunakan CPU Scorpion, Qualcomm pun merilis CPU dengan codename Krait. Meski masih menggunakan arsitektur ARM v7, CPU ini hadir dengan performa yang lebih kencang jika dibandingkan dengan Scorpion. Tidak hanya itu, konsumsi daya serta panas yang dihasilkan pada saat bekerja pun berkurang. Pasalnya, CPU Krait menggunakan proses fabrikasi yang lebih kecil dari Scorpion, yakni 28 nm. Berbeda dengan CPU Scorpion, Krait hadir dengan varian dual core dan quad core.

Sejak tahun 2012 sampai saat ini, CPU Krait masih dipercaya untuk dipadukan ke dalam chipset Snapdragon. Hampir semua varian dari chipset Snapdragon seri S4, 200, 600, hingga 800, menggunakan prosesor tersebut sebagai komponen utama untuk memproses berbagai data. Tidak hanya untuk kelas entry saja, CPU Krait juga hadir untuk kelas mainstream hingga high end. CPU Krait 200 hadir untuk mengisi kelas entry. Sedangkan Krait 300 untuk kelas mainstream. Sementara Krait 400 dan Krait 450 untuk kelas high-end. Hingga saat ini, masih banyak produsen perangkat mobile yang menggunakan CPU Krait 400 untuk lini produk unggulannya. Meski sudah memiliki CPU sendiri, beberapa tidak semua varian chipset menggunakan CPU Scorpion maupun Krait. Ada beberapa varian yang menggunakan CPU Cortex. Sejatinya, CPU Cortex pun tidak jauh berbeda dengan Scorpion maupun Krait. Pasalnya, Cortex, Scorpion, dan Krait menggunakan arsitektur yang sama, yakni ARMv7. Hanya saja, prosesor Scorpion dan Krait dibuat oleh Qualcomm dengan melakukan beberapa modifikasi. Sedangkan CPU Cortex dibuat oleh ARM Holdings sendiri sebagai model referensi atau model dasar. Karakteristik dari CPU Krait sendiri tidak jauh berbeda dengan Cortex-A15 buatan ARM Holdings.

Perluasan Pasar Ekspor Digeber

JAKARTA — Pemerintah mengintensifkan upaya mendorong kinerja ekspor setelah menggulirkan kebijakan pengendalian impor. Presiden Joko Widodo dipastikan akan membawa misi ini sebagai salah satu agenda lawatan kenegaraan pekan depan. Kemarin, Jokowi memimpin rapat kabinet terbatas untuk membahas secara khusus rencana kunjungannya ke Korea Selatan dan Vietnam pada Senin-Rabu mendatang. Dia berharap lawatan ini akan mencapai hasil yang konkret untuk memperkuat kerja sama ekonomi antarnegara. “Terutama investasi di bidang industri karena ini kekuatan yang dimiliki Korea Selatan,” kata Jokowi, membuka rapat di Istana Bogor. Selain investasi, peningkatan kerja sama ekonomi Indonesia-Korea Selatan meliputi bidang industri dan perdagangan. Rencananya, 10 nota kesepahaman antarbisnis senilai US$ 1 miliar di sektor otomotif, energi, transportasi, dan infrastruktur diteken di depan pemimpin kedua negara itu. Peningkatan kerja sama perdagangan juga akan menjadi fokus kehadiran Jokowi dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia Wilayah Asia Tenggara (WEF-ASEAN) di Vietnam. Pembicaraan bilateral juga akan membahas masalah ekspor otomotif Indonesia yang sempat terganggu karena aturan pengetatan impor Vietnam. “Fokusnya adalah penguatan ekspor dan perlindungan investor-investor Indonesia di Vietnam,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Industrialisasi untuk menggenjot ekspor menjadi isu utama di tengah defisit neraca perdagangan Indonesia yang mencapai US$ 1,02 miliar sepanjang paruh pertama tahun ini. Pertumbuhan ekspor tak sekencang impor. Tak pelak, defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) melebar. Pada April-Juni 2018, CAD mencapai US$ 8 miliar atau 3 persen dari produk domestik bruto. Upaya menggeber kinerja ekspor untuk mengerem laju CAD dilakukan bersamaan dengan digulirkannya kebijakan pembatasan impor lewat penyesuaian tarif perpajakan. Pemerintah juga berencana menunda sejumlah proyek strategis nasional yang dianggap bakal membutuhkan banyak komponen luar negeri. Tanpa kombinasi peningkatan ekspor dan pengendalian impor, Bank Indonesia memperkirakan CAD tahun ini berpotensi mencapai US$ 25 miliar, naik 44 persen dibanding tahun lalu yang hanya defisit US$ 17,3 miliar. Kondisi ini mengkhawatirkan lantaran membuat perekonomian dalam negeri rentan terhadap gejolak eksternal. Stabilisasi nilai tukar rupiah yang sepanjang tahun ini telah terdepresiasi 9,9 persen pun bakal sulit dilakukan. Menurut Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Imam Pambagyo, dalam waktu dekat bakal ada peluang besar menggenjot ekspor ke Australia.

Perundingan panjang Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IACEPA) telah rampung. “Sebanyak 6.474 komoditas ekspor ke Australia akan bebas bea masuk,” kata Iman di kantornya, kemarin. Komoditas yang dimaksudkan meliputi peralatan elektronik, permesinan, karet, kayu, kopi, cokelat, kertas, hingga otomotif beserta beragam produk turunan.

Caleg Koruptor Ko Boleh Nyalon ?

Caleg Koruptor Ko Boleh Nyalon ? – Koruptor itu tidak pakai bekas. Maksudnya bekas koruptor. Arti koruptor adalah orang yang melakukan korupsi, yang menyelewengkan uang di tempat kerjanya. Ini kejahatan yang bisa dihukum. Menjadilah dia narapidana. Setelah bebas dari penjara boleh disebut bekas narapidana, tapi bukan bekas koruptor. Ini penjelasan Romo Imam ketika saya temui kemarin. Lalu saya bertanya, apakah mantan narapidana atau koruptor bisa menjadi calon anggota legislatif? Romo yang penyabar itu menjelaskan: “Sampeyan jangan campur aduk. Yang dilarang oleh Komisi Pemilihan Umum itu hanya koruptor, pelaku kejahatan seksual, dan bandar narkoba. Mantan narapidana kasus lain tidak disebut.” Saya mengangguk. Lalu saya merenung karena Romo sibuk dengan cucunya. Peraturan KPU jauh lebih ringan dari peraturan majelis agama Hindu dalam menetapkan calon pendeta. Ada syarat, tidak boleh terlibat dalam tindak pidana yang menyebabkan masuk bui. Dulu ada teman sekampung mau bersiap-siap menjadi pendeta, terhalang oleh syarat itu. Dia pernah dihukum tiga bulan karena kedapatan memegang ayam jago persis ketika polisi menggerebek sabungan ayam.

Dia mengaku sudah tobat, apakah itu tidak cukup? Bukankah ada ketentuan bahwa hak menjadi pendeta adalah hak semua warga? Lalu saya membaca kisah Rsi Valmiki, nun di masa lalu di India. Valmiki semasa mudanya adalah perampok. Suatu ketika dia tertangkap dan dihukum. Selama menjalani hukuman dia bertobat dan memperbaiki perilakunya. Penjara mengubah seorang Valmiki yang mantan perampok menjadi Valmiki yang spiritual. Umat akhirnya mengakui kehebatan Valmiki setelah menyandang gelar resi, salah satu gelar pendeta. Epos Ramayana adalah karyanya. Tidak bisakah hidup Rsi Valmiki dijadikan yurisprudensi bahwa seorang penjahat bisa berubah setelah melakukan serangkaian tobat dan pembelajaran selama dihukum? Bukankah banyak agama yang mengajarkan bahwa sesungguhnya orang yang bertakwa itu bukanlah orang yang bebas dari dosa, tapi orang yang bila melakukan kesalahan maka dia segera bertobat? Romo bebas dari cucunya dan saya menanyakan apa yang saya renungkan ini. “Romo, ada benarnya pendapat Badan Pengawas Pemilu. Koruptor itu sudah menjalani hukuman, tentu sudah bertobat di penjara, kenapa KPU harus menambahkan hukuman lagi? Valmiki saja bisa menjadi resi,” kata saya. Romo tertawa dan ini penjelasannya. Peraturan selalu dibuat mengikuti zaman yang berubah. Di zamannya Rsi Valmiki, penjara itu adalah tempat orang dibina agar perilakunya berubah. Langkah penting di sini adalah pembinaan agar orang itu bertobat.

Ada tiga sasaran bertobat. Berhenti dari perbuatan yang menimbulkan kejahatan itu, menyesali dan minta ampun atas dosa dari perbuatan itu, serta bertekad tidak mengulangi lagi kesalahan itu. Ada tambahan yang keempat jika perbuatan jahat itu menyangkut orang lain, yakni meminta maaf kepada yang bersangkutan. Penjara kita sebenarnya mengadopsi cara pembinaan tersebut. Karena itu, narapidana disebut “orang binaan” dan penjara disebut lembaga pemasyarakatan, agar yang dibina bisa menjadi masyarakat ideal setelah keluar dari sana. Apakah itu sudah dilaksanakan? Nol besar. Penjara justru menjadi perguruan yang mengasah ilmu para penjahat. Bandar narkoba makin bebas beraksi di penjara. Koruptor jangankan tobat, malah menyuap kepala penjara. Unsur pertobatan dan unsur pembinaan tak ada. “Karena kondisi inilah saya lebih setuju KPU dibandingkan dengan Bawaslu. Ada hak masyarakat yang ingin mendapatkan wakilnya yang bersih di parlemen,” kata Romo

Jokowi Sempat Incar Najwa dan Nadiem

JAKARTA — Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin secara resmi mengumumkan pengusaha Erick Thohir sebagai ketua tim kampanye nasional. Jokowi menilai pendiri Mahaka Group—bisnis media dan hiburan—tersebut akan melengkapi struktur tim pemenangannya yang telah banyak diisi politikus senior partai koalisi. “Sehingga ketua umumnya kami berikan kepada profesional muda,” kata Jokowi di Posko Cemara, Jakarta Pusat, kemarin. Bagi Jokowi, kampanye bukan hanya urusan berpolitik. “Ini urusan manajemen, mengelola kampanye,” ujarnya. Penunjukan Erick melengkapi struktur tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf yang lebih dulu tersusun pada medio Agustus lalu. Pencarian sosok ketua tim kampanye ini melalui proses panjang dan menyisir banyak calon. Komposisi tim pemenangan wajib disetorkan ke Komisi Pemilihan Umum sehari sebelum masa kampanye dimulai pada 23 September mendatang. Sumber Tempo yang mengetahui proses penunjukan itu mengungkapkan, sebelum memilih Erick, Jokowi terlebih dahulu menawarkan posisi tersebut kepada presenter Najwa Shihab dan pendiri Go-Jek, Nadiem Makarim.

Keduanya dikontak secara terpisah. Najwa beberapa kali diundang ke Istana. Sejumlah sumber mengatakan, kepada tamunya, Jokowi menyatakan ingin bertindak di luar kebiasaan dengan menunjuk ketua tim sukses dari kalangan muda nonpartai. Najwa disebutkan menolak permintaan itu dengan alasan keluarga. Kalangan Istana pun menghubungi sejumlah kerabat mantan jurnalis Metro TV tersebut. Najwa berkukuh menolak memimpin tim sukses Jokowi. Dihubungi kemarin, Najwa tidakbanyak berkomentar. Ia mengatakan masih tetap seorang jurnalis yang ingin membesarkan perusahaan digital barunya.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Eriko Sotarduga, membenarkan bahwa Nadiem, Najwa, dan Erick telah lama diincar. Selain ketiganya, ada nama Wishnutama, Direktur NET Mediatama Televisi. Mereka diharapkan bisa menggaet suara dari kalangan muda. “Beliau (Erick) bersama-sama dengan beberapa nama lain sudah digadang untuk menjadi calon ketua tim kampanye,” kata Eriko. Menurut Eriko, pilihan semakin condong ke Erick setelah pengusaha berusia 48 tahun itu dinilai sukses memimpin panitia pelaksana Asian Games 2018. Adapun Erick mengaku ditawari posisi itu sejak 20 Agustus lalu, sehari sebelum sembilan sekretaris jenderal partai koalisi menyerahkan struktur tim kampanye ke KPU. Ia memutuskan menerima karena sosok Jokowi.