Ke Mana Hilangnya Janinku? Bag2

TIDAK BERBAHAYA Pada vanishing twins, janin bisa hilang sempurna karena di-reabsorbsi secara komplet atau masih ada jejaknya seperti janin yang tipis semisal kertas papir ( fetus papyraceus). Dengan “lenyap”-nya salah satu janin kembar ini, biasanya tidak ada masalah dengan kembarannya yang bertahan bila terjadi pada awal kehamilan.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Risiko makin besar bagi kembaran yang bertahan bila terjadi pada kehamilan lebih lanjut, tentu istilahnya bukan “lenyap”, karena ukuran janin sudah besar. Lebih tepatnya dikatakan janin meninggal. Nah, pada kejadian janin meninggal di kehamilan kembar ini, maka kembaran yang bertahan bisa berisiko mengalami cerebral palsy atau gangguan pembentukan kulit. Sedangkan efek bagi sang mama adalah prematuritas, perdarahan, dan gangguan saat persalinan. Janin yang mening gal di kandungan ini, akhirnya dikeluarkan berbarengan dengan si mama melahirkan melalui operasi sesar.

Cerita dengan Si Buah Hati

HINGGA PUAS “Sebagai orangtua, kami sangat bangga dengan tumbuh kembang anak pertama kami ini. Selain pintar, Myeesha seakan sudah paham betul apa yang kami ajarkan, termasuk dalam hal berbagi makanan. Berbagi makan diajarkan kepadanya sambil bermain masak-masakan, karena papanya gak gengsian dan suka main bersama Myeesha, tak terkecuali main masak-masakan. Nah, saat itu kami pura-pura minta disuapi. Sekarang, tiap kali makan, dia maunya nyuapin papanya sampai dia puas, bahkan sampai makanannya habis. Kalau yang disuapi gak mau, dia marah, lo.” Zhetliya Farma, mama dari Qanita Myeesha Zhefardi (18 bulan).

NGEJAHILIN PAPA “Arsakha paling hobi nyuapin saya, karena kami klop, doyan makan, he he…. Jadi, setiap bersama saya pasti akan disupainya. Tapi, dia suka jahil, saat akan menyuapi, saat mulut sudah terbuka, eh, malah gak jadi, makanannya dia makan sendiri.” Iqbal Ds, papa dari Arsakha Arsenio Shafwan (3,3).

NYUAPIN PAKAI SENDOK “Hari pertama makan MPASI, Gabriel saya yang suapi. Setiap makan, saya membiasakan dia pegang makanan untuk digigit-gigit. Di usia hampir 8 bulan, kemampuan motorik tangannya dalam memegang semakin baik. Suatu waktu, Gabriel sedang bermain di sebelah saya yang baru saja selesai makan. Melihat sendok makan ada di dekatnya, ia langsung ambil sendok itu dan memasukkannya ke mulut saya sambil mangap-mangap, seperti bilang, ‘Buka mulutnya, Paaaaaa…’” Nicholas Ardiles, papa dari Gabriel Jedidiah (8 bulan).

Sumber : https://pascal-edu.com/

Berbagai Alasan Perlunya Menghindari Stres Bag3

Hasil penelitian ini adalah anak yang lahir dari Mama yang mengalami kejadian yang membuat stres selama kehamilan memiliki hasil tes perkembangan motorik lebih rendah dibanding perkembangan motorik anak yang lahir dari Mama yang tidak mengalami kejadian yang membuat Mama stres selama kehamilan.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh stres terhadap perkembangan sistem motorik anak. Hal ini mungkin disebabkan adanya gangguan perkembangan sistem saraf anak, terutama pada bagian otak kecil (korteks serebelum) yang mengontrol sistem motorik. Perkembangan serebelum janin terutama terjadi pada usia kehamilan yang lebih tua. ‘

OBAT ANTIDEPRESAN MEMBUAT ANAK GELISAH. Studi dari University of Oslo menemukan, anak-anak yang terpapar obat antidepresan selama dalam kandungan cenderung menunjukkan gejala kegelisahan di usia 3 tahun. Gejala yang paling sering ditemukan adalah reaksi yang emosional, gangguan somatik, gangguan tidur, sulit fokus, dan agresif berlebihan. “Dampak negatif dari obat antidepresi ini terlepas dari faktor genetik maupun lingkungan,” kata Ragnhild Eek Brandlistuen, pemimpin riset ini.

TANGGAPAN PAKAR: Studi ini meneliti penggunaan obat antidepresan saat kehamilan berhubungan dengan gejala cemas di usia anak 3 tahun setelah disesuaikan dengan faktor familial dan faktor pengganggu lainnya sesuai indikasi. Secara spesifik, efek obat antidepresan adalah timbulnya gejala cemas, namun tidak berhubungan dengan reaksi emosional, keluhan somatik, gangguan tidur, sulit fokus, ataupun agresivitas berlebihan. Efek obat antidepresan kelas SSRI ( Selective Serotonin Re-uptake Inhibitor) seperti fluoxentin, dapat memengaruhi level serotonin dalam otak janin. Penelitian menyebutkan, serotonin berperan dalam faktor pertumbuhan struktur otak.

Serotonin merupakan salah satu sistem neurotransmiter awal yang mempersarafi otak, terutama bagian otak depan (korteks preIrontal) yang bekerka untuk Iungsi kognitif. Jika mamil dibiarkan mengalami depresi, maka depresi dapat memengaruhi level serotonin pada janin dan meningkatkan hormon kortisol yang memengaruhi perkembangan otak Manin.

Penelitian tahun 2009 menyebutkan, kortisol berperan dalam penurunan jumlah dan gangguan Iungsi sel punca. Ketika hormon kortisol meningkat, jumlah sel punca menurun dan Iungsinya terganggu. Namun hal tersebut belum terbukti secara ilmiah dan diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efek obat antidepresan maupun efek depresi yang dialami mamil terhadap janin.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Atasi Keringat Dengan Sehat

Untuk mengatasi beberapa keluhan seputar produksi keringat berlebih, berikut yang bisa Mama lakukan: • Kenakan pakaian yang sesuai. Perhatikan ukuran, bahan, dan warna pakaian yang akan Mama kenakan, khususnya bila beraktivitas di luar ruangan atau tempat yang dipenuhi oleh banyak orang. ? Pilih pakaian dengan ukuran sedikit longgar, ini akan membuat sirkulasi udara di dalam pakaian menjadi lancar, sehingga keringat tak akan menumpuk. ?

“ info lengkap beasiswa kuliah di Jerman S1-S2 full “ ~ upstory ~

Pilih bahan yang mudah menyerap keringat seperti katun. Ini akan membuat Mama merasa nyaman walau berada di udara panas sekalipun. Mengenakan bahan yang tak mudah menyerap keringat akan membuat tubuh Mama dibasahi keringat dan berpotensi menyebabkan iritasi di beberapa daerah pergesekan kulit, seperti ketiak atau selangkangan. ? Pilih warna cerah. warna gelap seperti hitam akan menyimpan panas terlebih bila Mama berada di bawah terik matahari. • Ganti pakaian lebih sering.

Keringat yang menumpuk di pakaian tak hanya membuat tubuh terasa lengket, juga bisa menjadi ladang pertumbuhan bakteri, sehingga membuat bau badan Mama tercium kurang sedap. Mengganti pakaian lebih sering bisa menjadi solusi untuk mencegah penumpukan keringat. Selain itu, agar bakteri tidak bersarang di tubuh, mandi dengan menggunakan sabun setidaknya dua kali sehari bisa membantu Mama merasa segar sepanjang hari. • Sedia air minum. Saat hamil, Mama membutuhkan cairan lebih banyak dari biasanya demi kelancaran peredaran oksigen dan nutrisi.

Saat Mama merasa keringat sudah banyak keluar, ada “kewajiban” untuk mengganti cairan yang keluar dengan banyak minum agar tak dehidrasi. Selain air, Mama juga bisa mendapatkan asupan cairan dari buah-buahan yang kaya air, baik dimakan langsung maupun dibuat jus. Namun, hindari minuman manis atau bersoda karena kandungan kalori yang tinggi berpotensi membuat Mama kegemukan. Hindari pula minuman berkafein, selain ditakutkan akan berpengaruh pada janin, kafein bisa meningkatkan keinginan Mama untuk pipis (kehilangan cairan). • Hindari makanan pemicu keringat.

Atasi Keringat Dengan Sehat Bag2

Makanan berkuah panas, pedas, atau berempah kuat, akan membuat tubuh Mama merasa hangat dan akhirnya mengeluarkan keringat. Bawalah payung atau kipas. Sedia payung sebelum hujan, sedia payung juga sebelum Mama kepanasan. Payung bisa menjadi penolong pertama saat Mama berada di bawah terik matahari, sementara kipas bisa digunakan ketika Mama harus berada di ruangan yang pengap. • Lakukan relaksasi. Stres juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab produksi keringat menjadi berlebih. Nah, lakukan relaksasi untuk membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih relaks. Bila ingin mengunjungi tempat spa, pilih yang terpercaya dan aman untuk mamil, ya.

“ Lowongan kerja magang ke Jepang gratis untuk lulusan SMA “ ~ upstory.org ~

Pakai Deodoran, Amankah?

Deodoran memang terbukti mampu mengurangi produksi keringat pada tubuh. Sebelum hamil, mungkin Mama bebas mengenakannya, namun selama hamil, ada yang perlu Mama perhatikan sebelum menggunakan deodoran. Pastikan deodoran tidak mengandung bahan berbahaya yang mungkin akan memengaruhi perkembangan janin. Namun, ketimbang repot-repot melihat bahan yang berbahaya atau tidak, sebaiknya Mama hindari dulu penggunaan deodoran selama hamil dan atasi keringat dengan cara sehat.

Bila ingin menggunakan parfum, sem protkan pada pakaian, bukan pada kulit. Untuk penggunaan body lotion, Mama bisa memilih produk dengan bahan alami. Sebaiknya konsultasikan lebih dahulu pada dokter obgin untuk mendapatkan keterangan lebih jelas tentang penggunaan deodoran, parfum, body lotion, ataupun kosmetik lainnya, disesuaikan dengan kondisi kehamilan Mama.

Bersin Bikin Perut Sakit!

Perut Mama seperti ditusuk-tusuk saat bersin? Gangguan yang disebut round ligament pain ini terjadi akibat adanya gerakan mendadak di area round ligament, sementara normalnya area ini meregang, mengencang, dan relaks secara perlahan. Untuk mengatasinya, coba pegang area bawah perut dengan kedua tangan setiap kali akan bersin. Bila terjadi saat Mama sedang berbaring, ubah posisi tidur dari telentang jadi menyamping. Posisi tidur telentang akan membuat area round ligament semakin tertarik, sehingga saat bersin rasanya akan semakin sakit. Cobalah berbaring meringkuk seperti posisi janin di rahim, sehingga perut disokong oleh kaki dan tangan.

 

Kaget Dan Bahagia Merasakan Detak Jantung Janin

”Saat itu umur pernikahanku sudah memasuki usia satu tahun empat bulan. Ketika mengetahui hamil, saya amat bahagia, karena saya sangat menanti-nanti kehadiran sang buah hati. Untuk mengetahui keadaan janin, saya dan suami mencoba pergi ke dokter untuk melakukan USG. Kandungan saya saat itu memasuki usia tiga bulan. Ketika USG, detak jantung janin saya sangat kuat. Saya merasa kaget dan bahagia. Dalam hati saya berpikir, inikah detak jantung anak saya?

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Dokter pun memberi kabar bahagia bahwa anak saya ternyata kembar. Dokter akhirnya mencoba mendeteksi detak jantung anak saya satu per satu. Setelah mendeteksinya, alhamdulillah, kata dokter, detak jantungnya sehat semua. Dari sana saya mengetahui anak saya kembar. Saya pun berpikir bagaimana caranya harus bisa menjaga kesehatan, istirahat, agar detak jantung anak-anak saya bagus dan mereka selalu sehat di kandungan. Saat persalinan, detak jantung si kembar dideteksi bagus walaupun mereka lahir prematur dengan berat badan 1,7 kg.” Habibah, 6 bulan

Banyak syarat “Alhamdullillah, anakku Kevin kalau ngantuk gak pernah rewel. Kevin gak pernah minta gendong kalau mau tidur, dia tidur sendiri asalkan saya ada di sampingnya. Nah, kalau dia mau tidur, tapi saya masih sibuk, di dapur, mislanya, baru, deh, ada saja tingkahnya yang aduhai. Misal, minta buang air kecil, minta cuci muka terus minum susu, sambil bilang, ‘Ma, sini dulu kalau mik cucu… Yang anget, yang enak, jangan ada bulet, jangan bolong. Ma….’ Nah, saat minum susu itu, Kevin selalu pegang baju saya. Kalau tidak, dia pasti marah dan minta minum susu lagi sambil pegang baju.” Liana, mama dari Kevin. A (4).

Tidak Percaya Mendengar Suara Detak Jantung Bayi

”Saat mengetahui sudah seminggu telat menstruasi, saya dan suami langsung pergi ke bidan dekat rumah. Setelah diperiksa, saya dinyatakan positif hamil. Karena masih belum percaya kalau saya benar hamil, suami mengajak saya untuk pergi ke dokter. Dengan menggunakan USG akan lebih yakin karena si janin akan terlihat. Benar saja, saat USG terlihat satu bulatan kecil di dalam rahimku.

Suara detak jantung janin membuat saya terharu, bahagia, takjub, ingin menangis, dan masih merasa tidak percaya. Itulah ungkapan hati yang pertama kali saya rasakan ketika bisa mendengarkan detak jantungnya. Saya masih tidak percaya ada sesosok makhluk di dalam perut. Jantungnya berdetak dan ia juga bergerak di dalam perut. Ini adalah anugerah terindah bagi saya dan suami, anugerah terbesar, serta paling berharga.” Lutfiatus solikhah, 8 bulan

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Tahapan Persalinan Normal Bag3

Dokter akan menunggu hingga plasenta terlepas spontan dan keluar dengan sendirinya. Namun, terkadang Mama juga diminta untuk mendorong, seperti saat hendak melahirkan si kecil, agar plasenta lekas keluar. Pada tahap ini, kontraksi bertambah kuat meski frekuensi dan aktivitas rahim terus menurun.

“ program kerja di Jerman gratis, ausbildung di Jerman gratis untuk lulusan SMA/SMK “ ~ sat-jakarta ~

Beberapa tanda lepasnya plasenta, yaitu: perubahan bentuk dan tinggi fundus, tali pusat meman jang, semburan darah mendadak dan singkat. Sambil menunggu plasenta keluar, Mama bisa melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Dokter atau suster akan meletakkan bayi dengan posisi tengkurap di atas perut atau dada Mama dan membiarkan bayi mengikuti insting alaminya untuk menyusu dengan mencari dan mengisap puting payudara Mama. Proses IMD atau skin to skin ini sebaiknya berlangsung selama minimal satu jam.

Yang perlu diingat, tidak semua bayi mau langsung menyusu pada proses IMD. Sebagian hanya akan tertidur dengan tenang di dada Mama tanpa menyusu sama sekali. Mama tidak perlu khawatir, ya, bila ini yang terjadi pada si buah hati. Nikmati saja proses skin to skin dengan si kecil, karena dengan cara itu, ia juga tengah berusaha mengenali dan mengingat “bau” badan Mama.

KALA 4 Tahapan ini dimulai sejak plasenta dilahirkan hingga dua jam berikutnya. Pada fase ini, dokter akan melakukan observasi secara keseluruhan terhadap Mama dan bayi. Pemantauan meliputi: – Kontraksi rahim harus baik. Ini mutlak diperlukan untuk mencegah perdarahan dan memastikan rahim kembali ke ukuran normal.

– Plasenta dan selaput ketuban sudah terlahir lengkap. – Kandung kemih harus kosong. – Luka-luka pada perineum dirawat dengan baik. – Bayi dalam keadaan baik. – Mama dalam keadaan baik. Dokter akan memastikan tidak ada perdarahan dari vagina ataupun organ yang lain. Di fase observasi ini pula, dokter akan memeriksa, apakah Mama perlu penanganan lebih lanjut atau tidak.

Jika terdapat robekan di perineum, dokter akan segera membius area tersebut dan menjahitnya. Observasi ini sangat penting karena perdarahan pascapersalinan umumnya terjadi di rentang waktu dua jam pertama usai bersalin. Jika kondisi Mama secara keseluruhan baik, maka Mama dapat dipindahkan ke ruang rawat inap bersama si buah hati untuk menjalani rawat gabung.

Relaks Dulu Ya Mam Bag2

Olahraga

Jika saat hamil saja, Mama disarankan untuk berolahraga teratur, apalagi setelah melahirkan. Tak lain untuk menjaga kebugaran tubuh dan ke seimbangan hormon sehingga Mama jadi lebih nyaman dan “tahan banting” menghadapi kesibukan sehari-hari di rumah dalam merawat si buah hati. Sebaiknya, Mama berkonsultasi lebih dahulu kepada dokter mengenai olahra ga yang sesuai dengan kondisi Mama.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Apalagi jika Mama ingin mengembalikan bentuk tubuh seperti semula, pastikan tidak terlalu berat mengingat tubuh Mama belum terlalu siap karena habis melahirkan. Olahraga pernapasan, seperti yoga, sangat baik untuk melepas beban yang mengimpit. Dalam olahraga ini, Mama diminta untuk menenangkan diri, menstabilkan emosi, mengatur napas, juga melakukan gerakan-gerakan yang dapat membuat Mama menjadi lebih tenang dan berpikiran positif terhadap apa yang Mama hadapi dalam hidup. ‘

Me Time

Meski Mama disibukkan dengan aktivitas merawat dan mengasuh bayi, tetapisempatkan untuk memiliki Me Time sehingga Mama bisa melakukan halhal yang Mama senangi. Serahkan bayi kepada Papa, pengasuh, atau orang yang Mama percaya di rumah, kemudian lakukan Me Time. Me Time bisa dilakukan di dalam rumah ataupun di luar rumah.

Di dalam rumah, umpamanya, berendam air hangat di bathtub, duduk di kursi goyang sambil browsing internet, belanja online, menonton film kesukaan di DVD, dan sebagainya. Untuk yang di luar rumah, Mama bisa memanjakan diri di salon/spa, jalan-jalan di mal sekadar cuci mata atau sekalian berbelanja kebutuhan pribadi, bisa juga menikmati makanan kesukaan di restoran langganan, atau menonton film di bioskop, dan lain-lain.

Me Time akan membuat Mama lebih relaks dan sangat baik untuk kenyamanan psikis. Hanya saja, bila hendak melakukan Me Time di luar rumah, pastikan stok ASIP (ASI perah) cukup untuk si buah hati selama ditinggal oleh Mama, pengasuh tahu apa yang harus dilakukannya terhadap bayi selama Mama tak di rumah, kebutuhan bayi yang lain sudah dipersiapkan, dan sebagainya. Nah, selamat bersenang-senang, ya, Ma!

Sumber : https://eduvita.org/

 

Odha Tetap Berhak Punya Keturunan

Dengan program kehamilan yang tepat, anak yang dilahirkan dari Mama dengan HIV/AIDS bisa terbebas dari infeksi virus mematikan ini. Betul, Mama. Sekarang ada treatment dengan HIV/AIDS yang ingin hamil, supaya bayinya tidak khusus bagi Mama tertular, juga pasangannya yang bisa saja bukan penderita HIV/AIDS. “Ya, dengan treatment tersebut, saya bisa mempunyai keturunan yang sehat, normal, dan tidak terinfeksi virus yang saya idap,” ungkap Putri Chery.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Perempuan dengan HIV/AIDS ini telah memiliki tiga buah ha ti yang sehat (tidak terinfeksi) dari pernikahannya de ngan suami bukan ODHA (orang dengan HIV/ AIDS). Putri menjelaskan, jika seorang pe rempuan de ngan HIV/AIDS ingin hamil, ia harus konsultasi ke dokter dan banyak belajar, lalu mengikuti program PMTCT (Prevention Mother To Child Transmission) alias Pencegahan Penularan Ibu ke Anak (PPIA). “Paling penting, jangan sampai putus mengonsumsi obat ARV atau antiretroviral,” ujar Putri.

Fit Dulu Baru Hamil

Tentunya, saat akan menjalankan program kehamilan PMTCT, ODHA dan pasangannya (baik sesama ODHA atau bukan harus sedang dalam kondisi fit. &ara mengukur kadar fit ini adalah melalui uji cluster Differentiation 4 alias CD4 (tes pengukuran sel darah putih). Dalam kondisi fit berarti kadar virus viral load) HIV tidak terdeteksi dan ini harus dimulai sejak masa prakonsepsi (sebelum hamil) sampai masa persalinan dan mengasuh bayi.

Jika sudah dinyatakan oke alias “sehat”, barulah lanjut ke langkah berikutnya, yaitu me ngecek program pengobatan ARV (Antiretroviral) yang sudah pernah atau sedang dilakukan. Jika belum atau sempat terputus kurang dari enam bulan, maka ODHA harus menjalani program ini terlebih dahulu sebelum melangkah ke tahapan selanjutnya, yai tu pembuahan dan PMTCT. Program pengobatan ARV ini penting, karena ARV bertujuan meng optimalkan kesehatan ODHA dan me ngurangi jumlah virus HIV, serta me lakukan restorasi (perbaikan) fungsi imunologis tubuh agar kembali normal.

TIDUR SAMBIL DUDUK “Sampai saat ini Oliv tidurnya lasak. Awal tidur posisinya masih di bantal, tengah malam pasti posisinya sudah berubah, kadang kakinya di badan saya atau di badan mamanya, atau di kepala kami. Hingga suatu malam saat saya bangun melihat Oliv tidurnya sambil duduk di lantai dan kepala di kasur. Entah kenapa dia seperti itu. Gara-gara itu, hampir setiap malam saya atau mamanya bangun hanya untuk melihat posisi tidur Oliv.”

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Berbagi Tip Tangani Anak Jatuh

Betul banget, Ma! Kalau punya anak balita, kita memang harus siap menghadapi risiko si buah hati terjatuh. Apalagi di usia batita, si kecil sedang lincah-lincahnya, seperti yang dialami oleh Shireen Sungkar (23). Buah hatinya, Teuku Adam Al-Fatih (1,3), pernah terjatuh dari tempat tidur, juga terpeleset.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

“Sebenarnya, sih, kejadiannya tidak hanya itu, banyak. Tapi yang agak lumayan, ya, dua itu,” papar pemeran Fitri dalam sinetron “Cinta Fitri” ini. Peristiwa jatuhnya Adam dari tempat tidur terjadi saat ia sudah bisa berguling. Kala itu, usai bermain berdua dengan Adam, Shireen ketiduran. “Saya terbangun karena Adam nangis kenceng. Dicaricari tidak ada. Eh, tak tahunya sudah ada di lantai. Serem, dong, langsung Adam dibawa ke dokter,” kenang Shireen. Nah, saat konsultasi itu, ungkap Shireen, dirinya baru, deh, dapat pengetahuan bagaimana menangani anak jatuh.

“Kalau setelah jatuh, anak menangis, tidak ada darah, tidak ada lebam, masih sadar, itu tandanya anak masih oke. Tapi jika yang terjadi sebaliknya, barulah diwaspadai dan harus mendapat pertolongan medis,” papar istri dari Teuku Wisnu Yusar (30) ini. Setelah kejadian jatuh dari tempat tidur, saat bermain dengan Wisnu, Adam sempat jatuh yang lumayan parah lagi. “Entah ceritanya bagaimana, tiba-tiba Adam kepeleset dan kejedot pintu, langsung ke lantai. Tentu Wisnu dan saya kaget juga takut. Tapi kami sudah lumayan bisa tenang, sebab sudah tahu ilmu menghadapinya,” kata Shireen.

“Setelah diamati tidak apa-apa, saya cek sekujur tubuhnya dengan diraba, dari kepala hingga kaki ternyata tidak apa-apa. Jika memang kenapa-kenapa saat diraba itu, Adam mustinya akan nangis, tapi ini tidak.” Sejak peristiwa jatuh terpeleset yang terjadi beberapa minggu lalu itu, menurut Shireen, Adam jadi takut untuk berjalan sendiri tanpa berpegangan. “Tadinya dia sudah bisa, lo. Sekarang berdiri sendiri saja gak berani kalau tidak pegangan. Ya, inilah PR saya dan Wisnu, mengembalikan kepercayaan diri Adam,” ucap Shireen yang sedang terlibat dalam penggarapan sinteron “Di Bawah Lindungan Abah”.

Oleh karena itu, tambahnya, sekarang ini dirinya dan Wisnu harus lebih banyak meluangkan waktu bersama anak untuk bermain bersama sambil mengajaknya berjalan, memancingnya mau berdiri tanpa berpegangan, dan menatihnya setiap kali Adam mau berjalan. Ya, dengan adanya pendampingan orangtua, si kecil pasti akan kembali pede untuk berjalan sendiri. Yakin, deh! Pengalaman membuat Shireen bisa berbagi satu tip lagi, “Anak bayi-balita yang sudah aktif jangan sekalikali tidur di atas ranjang. Baiknya ranjang di-out dulu. Jadi, kasur saja langsung di lantai. Lebih aman.”

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Akibat Dot Kurang Bersih

Jamur yang menyebabkan lidah putih pada bayi di sebut candida monilia sis. Seperti kita ketahui, jamur adalah spora yang sulit mati, bahkan di air mendidih sekalipun. Jadi, meski Mama membuat susu de ngan air hangat, jamur akan tetap hidup. Nah, jamur bisa masuk melalui dot yang tidak ber sih ke mulut bayi. Jamur itu akan menetap di lidah, lalu tertelan bersama susu, masuk ke dalam darah, dan menyebabkan diare.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Masalahnya, ada seba gian Mama yang tak bisa menyusui bayinya secara langsung dengan berbagai alasan. Bayinya lahir pre matur lalu dirawat di inku bator, misalnya. Umum nya bayi prematur belum memiliki kekuatan untuk mengisap, jadi tidak bisa menyusu langsung. Atau Mama yang terkena HIV dan dinyatakan tidak dapat menyusui bayinya. Menurut Akira, pada kasus-kasus seperti ini, daripada mem beri botol dot, gunakan cup feeder saat memberi susu pada bayi.

“Dengan meng gunakan alat tersebut, ada dua keuntungannya, meng hindari infeksi akibat jamur dan refl eks mengisap pada bayi tidak hilang,” saran Akira. Jamur muncul bisa karena dua hal. Pertama, dot yang kurang bersih; kedua, ada nya gesekan dot (benda asing) dengan lidah bayi. Jamur adalah spora yang sulit mati, bahkan di air mendidih sekalipun.

Tidak Perlu Diberi Air Putih

Nah, terkait dengan bercak putih ini, beberapa Mama menyusui–karena khawatir bayinya terkena jamur— memberi air putih setelah si kecil menyusu ASI. Padahal ini tidak perlu karena sifat ASI sudah alami sehingga tidak berbahaya bagi bayi. “Lidah bayi ASI juga tidak perlu dibersihkan dengan kain. Justru dikhawatirkan kain untuk membersih kan lidah bayi tidak bersih dan berpotensi tumbulnya jamur,” jelas Akira. Bagi Mama yang mem beri bayinya susu dot, lanjut Akira, perhatikan benar ke bersihan dot dan botolnya agar bayi terhindar dari jamur.

Nah, bila pada suatu saat bayi malas minum susu (terutama pada bayi yang minum melalui botol), periksa dalam mulutnya, apakah lidahnya putih? Kalau hanya berupa sisa susu biasa, bercak itu bisa dibersihkan dengan kain kasa steril. Namun kalau tidak hilang setelah dibersihkan, bisa berarti itu jamur yang akarnya sudah menempel pada lidah. Segera konsultasikan pada dokter anak untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.