Wajar Pemerintah Mencontoh Kami bag14

Apa pendapat Anda? Jangan lupa, Menteri BUMN mantan Presiden Direktur Astra, ha-ha-ha… (Rini Soemarno menjadi Presiden Direktur Astra International pada 1998-2000). Astra adalah konglomerasi terbesar di Indonesia yang pengelolaannya 100 persen profesional. Di perusahaan lain, keluarga pemilik masih ikut campur. Perusahaan kami besar tapi tetap efsien. Ada 202 perusahaan, Astra Autoparts saja ada 52 perusahaan.

Kami punya holding pertambangan dan perkebunan. Jadi, menurut saya, wajar kalau Astra dijadikan percontohan. Sebagai pelaku ekonomi, menurut Anda, bagaimana kondisi ekonomi tahun ini? Semester pertama moderat, biasa-biasa saja. Semester kedua sedikit lebih baik, tapi belum sepenuhnya membaik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih belum akan mencapai 5,5 persen.

Senjata Pemberantas Demam Berdarah

EMBER-EMBER putih kecil mirip kaleng cat tembok itu nangkring di sela-sela pot tanaman di depan rumah Mbah Gito di Kampung Sidomulyo, Kelurahan Bener, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Di sekeliling dinding atas ember diberi lubang kecil. Ember itu berisi air, pelet, dan kain panel warna oranye dengan bercak hitam kecil yang bergerombol di atasnya.

”Iki (ini) lho, telur nyamuknya,” kata perempuan 72 tahun itu, Selasa pekan lalu. Bersama beberapa orang dalam rukun tetangga di wilayahnya, Mbah Gito ikut mengasuh telur-telur nyamuk yang diletakkan di ember, seperti di depan rumahnya itu. Mereka sedang mengembangbiakkan nyamuk Aedes aegypti, si pembawa virus demam berdarah.

Plus-Minus Kekuatan Inkumben Bag2

Ahok, misalnya, menurut survei Indikator Politik Indonesia, telah dikenal hampir 100 persen warga Jakarta. Namun, seperti dalam satu sisi mata uang yang sama, pemilih juga punya kesempatan lebih baik mengevaluasi inkumben, baik dari sisi teknokratik maupun afektif. Tingkat kedikenalan tinggi tidak memberikan garansi kemenangan jika inkumben punya masalah kedisukaan (likeability).

Pekerjaan rumah Ahok bukan meningkatkan popularitas, karena memang sudah maksimum, tapi justru memperbaiki tingkat kedisukaan pemilih terhadapnya. Tingkat kedisukaan terhadap Ahok sejauh ini di kisaran 70 persen. Tidak buruk, tapi juga belum maksimal. Seberapa efsien kedikenalan seorang calon akan menentukan kans? Efsiensi kedikenalan ini ditentukan oleh seberapa besar proporsi yang suka dari yang kenal calon bersangkutan.

Goyah Karena Hasil Survei Bag4

Juru bicara Presiden, Johan Budi Sapto Pribowo, menyatakan tak mengetahui pertemuan Jokowi dengan Budi Arie. ”Saya tidak tahu,” ujar Johan. Setelah bertemu dengan Budi Arie, Jokowi memanggil pemimpin lembaga survei Charta Politika, Yunarto Wijaya, yang biasa memberikan masukan politik kepadanya. Menurut sejumlah sumber, pengamat ini sering berhubungan dengan Jokowi dan Ahok membahas isu politik.

Dalam pertemuan, ia disebutkan memaparkan kepada Jokowi soal perhitungan dukungan buat Basuki-Djarot. Jokowi mengatakan mengusung Risma lebih aman secara politik dan berpeluang besar menang. Sebaliknya, sang penasihat menyatakan, dari hasil survei dan kalkulasi politik, Basuki tetap berpeluang besar mengalahkan Sandiaga atau Anies Baswedan. Penasihat politik ini menganggap peluang Basuki menang menghadapi para penantang tetap besar, termasuk jika pemilihan berlangsung dua putaran.

Antara Pungli Dan Korupsi Bag3

Sebenarnya perbuatan Ridwansyah diketahui sejak ia belum diangkat sebagai bupati, 1983, yaitu ketika beberapa orang dari calon pegawai negeri yang terkena ”pungli” ternyata gagal diangkat. Para calon yang gagal itu, di antaranya Ernawati dan Nurmainah, mengadu ke Kantor Gubernur. Tapi persoalan ini bisa diselesaikan Sekretaris Wilayah Daerah Aceh, waktu itu, Ayub Yusuf dengan mengembalikan uang kedua gadis tersebut Rp 600 ribu. Namun masih banyak calon lain yang juga gagal menjadi pegawai negeri. Karena itu, kata sumber tadi, Ridwansyah disponsori seorang pejabat teras di Kantor Gubernur untuk menduduki jabatan sebagai bupati di Aceh Selatan.

Diharapkan, dengan jabatan barunya itu, Ridwansyah bisa mengembalikan uang para korban. Sementara itu, anggota stafnya, Rusdi, dimutasikan ke Perwakilan Provinsi Aceh di Jakarta dengan tujuan bisa mengurus pengangkatan calon-calon pegawai tersebut di pusat. Ternyata, tutur sumber itu, Ridwansyah, walau sudah menjadi bupati, tetap tidak bisa mengembalikan uang para korban. Rusdi juga tidak berhasil mengegolkan calon-calon itu menjadi pegawai negeri. ”Ridwansyah malah kesulitan uang karena ia harus memberi upeti kepada pejabat yang mengorbitkannya tersebut,” ujar sumber itu.

Kemenangan Di Atas Kenangan Pahit bag

”Sloane dan ayahnya sudah akrab. Dia tahu masih ada hal baik dari John yang bisa dibanggakan,” ujar Sybil seperti ditulis Boston.com. Kabar kematian ayahnya diterima Stephens saat bersiap untuk bertanding di nomor junior Amerika Serikat Terbuka 2009. John tewas pada usia 43 tahun setelah truk yang ditumpanginya menabrak pohon di Keithville, Louisiana.

”Begitu tahu ayahnya meninggal, ia menangis sekitar satu setengah jam,” kata Sybil. Stephens bermain tenis untuk melampiaskan kesedihannya. Kemenangan di Amerika Serikat Terbuka ini terasa lebih manis bagi Stephens karena ia dibekap cedera dalam tiga tahun terakhir. Cedera paling parah terjadi pada kaki kanannya dan membuatnya terpaksa mundur dari turnamen Amerika Serikat Terbuka tahun lalu.

Talk Dan Kontroversi Kanker Ovarium Bag2

Penggunaan bedak bayi di area genital yang dihubungkan dengan kanker ovarium kembali menjadi perbincangan pada bulan lalu ketika juri di Pengadilan California, Amerika Serikat, memenangkan gugatan Eva Echeverria terhadap Johnson & Johnson. Pengadilan memerintahkan perusahaan itu membayar US$ 417 juta (sekitar Rp 5,5 triliun) kepada Echeverria. Perempuan 63 tahun itu mengklaim menderita kanker ovarium setelah menggunakan talk bayi keluaran Johnson & Johnson setiap hari selama puluhan tahun di area genital.

Ini bukan gugatan pertama terhadap perusahaan multinasional asal Amerika Serikat itu. Awal tahun lalu, pengadilan di Missouri memenangkan gugatan yang diajukan keluarga Jackie Fox terhadap perusahaan itu. Anak angkat Fox, Marvin Salter, melayangkan gugatan setelah Fox meninggal akibat kanker ovarium pada Oktober 2015.

Talk Dan Kontroversi Kanker Ovarium

Penggunaan bedak talk di area genital perempuan dituding dapat menyebabkan kanker ovarium. Produk berbasis talk yang dipasarkan di indonesia aman digunakan. Ritual bepergian Fadila berubah setahun lalu. Sebelum keluar dari rumah, bia sanya ia akan membubuh kan bedak bayi di area selang kangannya agar tak lembap. ”Keringat saya banyak, jadi risi,” ujar perempuan 29 tahun itu.

Setelah membaca berita tentang perempuan yang menderita kanker ovarium setelah bertahun-tahun menggunakan bedak bayi di wilayah genitalnya, Fadila menghilangkan kebiasaan tersebut. Ia memilih area kewanitaannya lembap ketimbang berisiko menderita kanker saat tua nanti. ”Siapa yang mau kena kanker?” kata pegawai swasta di Setiabudi, Jakarta Selatan, itu.

Doktor Karbitan Kampus Guru Bag15

Ini berarti Djaali mendapatkan Rp 1,3 miliar dengan menjadi promotor. Jumlah itu belum termasuk honor penguji sidang tertutup dan sidang terbuka. Ketua Tim Independen, yang juga dibentuk Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk mengusut ketidakberesan program doktoral di UNJ, Ali Ghufron Mukti, menilai jumlah mahasiswa yang dipromotori Djaali berlebihan.

”Membimbing 20 mahasiswa saja terlalu banyak, apalagi 60 orang. Bagaimana mau membagi waktunya?” kata Ali, yang juga Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Menurut Ali, terlalu banyak mahasiswa yang dipromotori berpotensi membuat promotornya tak teliti. Akibatnya, terbukalah celah terjadinya plagiat alias penjiplakan penelitian orang lain. Berdasarkan kajian Tim Evaluasi, plagiarisme nyata adanya di UNJ.

Doktor Karbitan Kampus Guru Bag5

”Memang seperti itu yang saya temukan,” ujar master grafolog yang memiliki sertifkasi dari Karohs International School of Handwriting Analysis, Amerika Serikat, ini. Dosen Muchlis, yang dimintai konfrmasi, mengatakan data itu ada kemungkinan tidak akurat. ”Coba cek ke Pasca,” katanya merujuk pada Pascasarjana UNJ. Sedangkan dosen Mukhneri tidak membalas konfrmasi Tempo. Rektor UNJ Profesor Dr H Djaali, Mpd, berdalih tidak mengetahui persoalan tersebut.

”Itu urusan mahasiswa di lapangan,” ujarnya Kamis tiga pekan lalu. Hasil audit forensik ini bukan satu-satunya bukti. Menurut anggota Tim Evaluasi, Engkus Kuswarno, timnya juga memperoleh bukti mahasiswa ada di dua tempat dalam waktu yang sama. ”Pernah Nur Alam ada di Kendari, sementara di UNJ ada tanda tangan dia pada waktu yang sama,” kata Engkus, akhir bulan lalu.