5 Aturan Ber-Gadget Bag2

Lakukan pertimbangan dan berikan batasan-batasan. Meski begitu, jangan sampai anak merasa tidak nyaman dengan batasan-batasan yang orangtua berikan. Arahkan anak untuk mengetahui situs-situs yang bisa memberikan efek positif bagi perkembangan dirinya. Selanjutnya di rentang usia 7—10 tahun, anak mulai mencari informasi dengan caranya sendiri. Banyak usaha yang bisa memudahkan mereka dalam mencari dan mendapatkan kebutuhan informasi.

Baca juga : kursus ielts di jakarta

Lingkungan dan pertemanan merupakan faktor yang paling besar dan signifkan. Bukan berati peran orangtua tidak bisa lagi membatasi anak. Orangtua bisa menyiasati dengan tidak menaruh komputer atau gadget di tempat yang memudahkan anak mengakses secara mandiri. Letakkan komputer di ruang keluarga, hindari penempatan di kamar anak. Pikirkan juga dalam pemasangan jaringan internet di rumah. Apalagi bila orangtua bekerja dan tidak bisa mengawasi anak langsung. Buat peraturan tentang menggunakan jaringan internet di rumah.

Saat anak menggunakan internet, dampingi dan ajak anak untuk membuka situs lain agar ia tidak monoton atau ketagihan dengan satu situs. Upayakan agar anak mengunjungi berbagai situs demi memperkaya pengetahuan dan pengalamannya. 3.BERIKAN EDUKASI Berikan pengertian kepada anak dengan menggunakan bahasa positif dan lembut, “Nak, bukannya tidak boleh main game, tetapi pilih-pilih game-nya. Pilih yang membuat kamu semakin pintar, seperti game strategi ini.” Hindari cara-cara negatif, seperti menakut-nakuti, mengintimidasi, apalagi pakai kekerasan, baik fsik maupun psikis. Dengan adanya edukasi, anak bisa melakukan proteksi terhadap dirinya sendiri.

Misal, anak tidak memainkan game yang bernuansa sadisme atau bermuatan pornograf, atau anak tidak meniru hal-hal tak baik dari game yang dimainkannya. Namun untuk sampai ke situ tentunya tak bisa instan, ya, Ma. Jadi, Mama Papa harus terus dan terus memberikan pengertian kepada si kecil tanpa bosan dan lelah. Seiring dengan itu, kita juga perlu mengetahui setiap game yang dimainkan anak. Bacalah ulasan-ulasan yang dishare orang lain atau ahlinya mengenai game tersebut dan cobalah memainkannya.

Dengan begitu, Mama Papa bisa tahu, apakah game tersebut mengedukasi, sesuai dengan usia anak, bermanfaat untuk anak, dan tidak ada muatan sadisme/pornograf. Tak kalah penting, berikan pengertian bahwa bermain di luar dengan temanteman jauh lebih menyenangkan. Ada banyak aktivitas yang jauh lebih menarik dibandingkan dengan bermain game di ponsel/gadget. Misalnya, bermain sepeda, petak umpet, mewarnai, menempel, lempar tangkap bola, membongkar dan memasukkan benda, menyusun benda, cilukba, dan lainnya.

Sumber : https://westwoodprep.com/id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *