Tribute To Dad

Apakah Papa sudah ikut berperan dalam pengasuhan si kecil? Kalau belum, yuk dimulai! Menurut penelitian, anak-anak yang memiliki sosok ayah dalam kehidupannya, akan berisiko lebih kecil mengalami permasalahan psikologis dan tingkah laku.

Baca juga : Kerja di Jerman

Sosok ayah pun akan menginspirasi anak, bila sang ayah selalu menunjukkan perhatian, membantu anak untuk merasa istimewa, mengekspresikan cinta tanpa syarat, selalu mem berikan rasa aman, cinta tulus, dan rasa menghargai pada buah hatinya. Hal ini terungkap dalam acara “Joy Parenting Forum”, dengan tema Tribute To Dad yang diadakan di Kampus Prasetiya Mulya Business School, Jakarta, beberapa waktu lalu. Psikolog Ratih Ibrahim, selaku moderator, menjelaskan, A great father is a father who involved. Ayah yang luar biasa adalah ayah yang terlibat (dengan anak-anaknya). “Ini artinya para ibu harus memberi ruang buat suami agar dapat bersama anak anak,” ujarnya.

Nathanael Sumampouw, psikolog forensik yang menjadi salah satu pembicara, membeberkan penelitian yang ia pernah lakukan di Lapas (lembaga pemasyarakatan) remaja. “Saat diminta menceritakan ibunya, kebanyakan remaja pelaku kejahatan dengan kekerasan menggambarkan ibu mereka sebagai sosok yang hangat dan penuh cinta. Namun saat diminta menceritakan sang ayah, mereka menjawab sinis. Banyak yang bercerita kalau ayahnya ibarat ‘Bang Toyib’ (tokoh dalamlagu dangdut), yang hanya pulang sekali-kali.

Dengan kata lain, mayoritas remaja di lapas mempersepsikan orangtuanya, terutama ayah, memiliki kontrol dan kehangatan yang rendah,” ungkap Papa satu anak ini. Karena itulah, Nathanael memandang pentingnya peran ayah pada anak-anaknya. “Anak membutuhkan DHA dari ayahnya. DHA adalah Disiplin, Hangat, dan Aktivitas. Ini artinya ayah harus memanfaatkan waktunya dengan anak. Ciptakan kegiatan-kegiatan sederhana, cuci mobil bareng, bermain origami, dan sebagainya.”

Hery Sutanto, seorang pengusaha yang juga menjadi narasumber acara ini, menggambarkan hubungan keluarganya dengan indah. “Saya tidak bisa mendidik anak tanpa istri saya, karena dialah aktor utamanya. Tapi istri pun tidak bisa tanpa saya,” jelas Hery. Menurut Hery, pembagian tugas ia dan istri tidak dibatasi tegas, mengalir apa adanya. “Tapi kami memiliki buku pegangan, sehingga bila ada ketidaksepahaman, kami akan kembali melihat buku tadi.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *