Ajang Kumpul Dunia Robot Terbang bersama NET89 Bag2

Ajang Kumpul Dunia Robot Terbang bersama NET89 – Flight Controller ini sifatnya fleksibel, dapat diprogram sesuai kebutuhan pengguna. Namun, tanpa harus diprogram pun, sebuah Flight Controller sudah dapat melakukan tugasnya dengan baik dalam menerbangkan drone. Lalu, berapa sih biaya yang harus dikeluarkan untuk menghasilkan sebuah robot terbang? Menurut Adiatmo Rahardi, semuanya relatif dan bergantung pada model dan bahan yang akan dibuat. Namun, untuk seorang pemula, dengan dana sekitar Rp 5 jutaan, mereka sudah bisa membuat sebuah robot terbang sederhana.

Biaya termahal bisa mencapai hingga lebih dari Rp 50 juta untuk kualitas bahan yang sangat tinggi.. Misi dan Tujuan Komunitas UAV ini memiliki tujuan untuk menyatukan mereka yang gemar dalam dunia robot terbang. Dari berbagai aktivitas tukar informasi yang mereka lakukan, komunitas UAV juga ingin membuat sebuah panduan dalam menerbangkan sebuah produk UAV dengan aman. Dengan melibatkan orang-orang yang ahli di bidangnya, Komunitas UAV memiliki keinginan untuk dapat menghasilkan sebuah produk UAV dalam negeri, seperti yang sedang dilakukan oleh Endri Rachman melalui pengembangan dan riset Flight Controller dalam sebuah projek bernama EndriPilot.

[1] Aktivitas mengoprek UAV yang dilakukan para anggota komuniras di dalam laboratorium. [2] Dudi Sudibyo, saat memberikan ilmu penerbangan kepada para anggota komunitas UAV. [3] Endri Rahman yang selalu mendukung komunitas UAV Indonesia dengan berbagai riset yang sedang dilakukannya.

Suksesor Kursi Roda Exoskeleton ReWalk dari Argo Medical Technologies dapat merespon berbagai gerakan tubuh yang lumpuh untuk duduk, berdiri, dan berjalan. Baterai dan komputer ditempatkan di ransel. Harga: dimulai US$ 67.000. Pasukan Masa Depan Dengan HULC dari perusahaan manufaktur senjata Lockheed Martin, Amerika, tentara dapat mengangkut peralatan hingga 90 kilogram. Saat menjalankan, exoskeleton dapat mencapai kecepatan hingga 16 km/jam dalam waktu yang singkat. Pekerja Super Selain pasien dan tentara, pekerja juga memiliki keuntungan dari pakaian robot. Buruh pelabuhan dari Okpo-dong di Korea Selatan ini dapat membawa beban hingga 40 kg. Pakaian ini dikembangkan oleh perusahaan pembangun kapal, Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering.

Sumber : https://net89.net/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *