Ke Mana Hilangnya Janinku? Bag2

TIDAK BERBAHAYA Pada vanishing twins, janin bisa hilang sempurna karena di-reabsorbsi secara komplet atau masih ada jejaknya seperti janin yang tipis semisal kertas papir ( fetus papyraceus). Dengan “lenyap”-nya salah satu janin kembar ini, biasanya tidak ada masalah dengan kembarannya yang bertahan bila terjadi pada awal kehamilan.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Risiko makin besar bagi kembaran yang bertahan bila terjadi pada kehamilan lebih lanjut, tentu istilahnya bukan “lenyap”, karena ukuran janin sudah besar. Lebih tepatnya dikatakan janin meninggal. Nah, pada kejadian janin meninggal di kehamilan kembar ini, maka kembaran yang bertahan bisa berisiko mengalami cerebral palsy atau gangguan pembentukan kulit. Sedangkan efek bagi sang mama adalah prematuritas, perdarahan, dan gangguan saat persalinan. Janin yang mening gal di kandungan ini, akhirnya dikeluarkan berbarengan dengan si mama melahirkan melalui operasi sesar.

Cerita dengan Si Buah Hati

HINGGA PUAS “Sebagai orangtua, kami sangat bangga dengan tumbuh kembang anak pertama kami ini. Selain pintar, Myeesha seakan sudah paham betul apa yang kami ajarkan, termasuk dalam hal berbagi makanan. Berbagi makan diajarkan kepadanya sambil bermain masak-masakan, karena papanya gak gengsian dan suka main bersama Myeesha, tak terkecuali main masak-masakan. Nah, saat itu kami pura-pura minta disuapi. Sekarang, tiap kali makan, dia maunya nyuapin papanya sampai dia puas, bahkan sampai makanannya habis. Kalau yang disuapi gak mau, dia marah, lo.” Zhetliya Farma, mama dari Qanita Myeesha Zhefardi (18 bulan).

NGEJAHILIN PAPA “Arsakha paling hobi nyuapin saya, karena kami klop, doyan makan, he he…. Jadi, setiap bersama saya pasti akan disupainya. Tapi, dia suka jahil, saat akan menyuapi, saat mulut sudah terbuka, eh, malah gak jadi, makanannya dia makan sendiri.” Iqbal Ds, papa dari Arsakha Arsenio Shafwan (3,3).

NYUAPIN PAKAI SENDOK “Hari pertama makan MPASI, Gabriel saya yang suapi. Setiap makan, saya membiasakan dia pegang makanan untuk digigit-gigit. Di usia hampir 8 bulan, kemampuan motorik tangannya dalam memegang semakin baik. Suatu waktu, Gabriel sedang bermain di sebelah saya yang baru saja selesai makan. Melihat sendok makan ada di dekatnya, ia langsung ambil sendok itu dan memasukkannya ke mulut saya sambil mangap-mangap, seperti bilang, ‘Buka mulutnya, Paaaaaa…’” Nicholas Ardiles, papa dari Gabriel Jedidiah (8 bulan).

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *