Berbagai Alasan Perlunya Menghindari Stres Bag3

Hasil penelitian ini adalah anak yang lahir dari Mama yang mengalami kejadian yang membuat stres selama kehamilan memiliki hasil tes perkembangan motorik lebih rendah dibanding perkembangan motorik anak yang lahir dari Mama yang tidak mengalami kejadian yang membuat Mama stres selama kehamilan.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh stres terhadap perkembangan sistem motorik anak. Hal ini mungkin disebabkan adanya gangguan perkembangan sistem saraf anak, terutama pada bagian otak kecil (korteks serebelum) yang mengontrol sistem motorik. Perkembangan serebelum janin terutama terjadi pada usia kehamilan yang lebih tua. ‘

OBAT ANTIDEPRESAN MEMBUAT ANAK GELISAH. Studi dari University of Oslo menemukan, anak-anak yang terpapar obat antidepresan selama dalam kandungan cenderung menunjukkan gejala kegelisahan di usia 3 tahun. Gejala yang paling sering ditemukan adalah reaksi yang emosional, gangguan somatik, gangguan tidur, sulit fokus, dan agresif berlebihan. “Dampak negatif dari obat antidepresi ini terlepas dari faktor genetik maupun lingkungan,” kata Ragnhild Eek Brandlistuen, pemimpin riset ini.

TANGGAPAN PAKAR: Studi ini meneliti penggunaan obat antidepresan saat kehamilan berhubungan dengan gejala cemas di usia anak 3 tahun setelah disesuaikan dengan faktor familial dan faktor pengganggu lainnya sesuai indikasi. Secara spesifik, efek obat antidepresan adalah timbulnya gejala cemas, namun tidak berhubungan dengan reaksi emosional, keluhan somatik, gangguan tidur, sulit fokus, ataupun agresivitas berlebihan. Efek obat antidepresan kelas SSRI ( Selective Serotonin Re-uptake Inhibitor) seperti fluoxentin, dapat memengaruhi level serotonin dalam otak janin. Penelitian menyebutkan, serotonin berperan dalam faktor pertumbuhan struktur otak.

Serotonin merupakan salah satu sistem neurotransmiter awal yang mempersarafi otak, terutama bagian otak depan (korteks preIrontal) yang bekerka untuk Iungsi kognitif. Jika mamil dibiarkan mengalami depresi, maka depresi dapat memengaruhi level serotonin pada janin dan meningkatkan hormon kortisol yang memengaruhi perkembangan otak Manin.

Penelitian tahun 2009 menyebutkan, kortisol berperan dalam penurunan jumlah dan gangguan Iungsi sel punca. Ketika hormon kortisol meningkat, jumlah sel punca menurun dan Iungsinya terganggu. Namun hal tersebut belum terbukti secara ilmiah dan diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efek obat antidepresan maupun efek depresi yang dialami mamil terhadap janin.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *