Antara Pungli Dan Korupsi Bag3

Sebenarnya perbuatan Ridwansyah diketahui sejak ia belum diangkat sebagai bupati, 1983, yaitu ketika beberapa orang dari calon pegawai negeri yang terkena ”pungli” ternyata gagal diangkat. Para calon yang gagal itu, di antaranya Ernawati dan Nurmainah, mengadu ke Kantor Gubernur. Tapi persoalan ini bisa diselesaikan Sekretaris Wilayah Daerah Aceh, waktu itu, Ayub Yusuf dengan mengembalikan uang kedua gadis tersebut Rp 600 ribu. Namun masih banyak calon lain yang juga gagal menjadi pegawai negeri. Karena itu, kata sumber tadi, Ridwansyah disponsori seorang pejabat teras di Kantor Gubernur untuk menduduki jabatan sebagai bupati di Aceh Selatan.

Diharapkan, dengan jabatan barunya itu, Ridwansyah bisa mengembalikan uang para korban. Sementara itu, anggota stafnya, Rusdi, dimutasikan ke Perwakilan Provinsi Aceh di Jakarta dengan tujuan bisa mengurus pengangkatan calon-calon pegawai tersebut di pusat. Ternyata, tutur sumber itu, Ridwansyah, walau sudah menjadi bupati, tetap tidak bisa mengembalikan uang para korban. Rusdi juga tidak berhasil mengegolkan calon-calon itu menjadi pegawai negeri. ”Ridwansyah malah kesulitan uang karena ia harus memberi upeti kepada pejabat yang mengorbitkannya tersebut,” ujar sumber itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *