Tahapan Persalinan Normal Bag3

Dokter akan menunggu hingga plasenta terlepas spontan dan keluar dengan sendirinya. Namun, terkadang Mama juga diminta untuk mendorong, seperti saat hendak melahirkan si kecil, agar plasenta lekas keluar. Pada tahap ini, kontraksi bertambah kuat meski frekuensi dan aktivitas rahim terus menurun.

“ program kerja di Jerman gratis, ausbildung di Jerman gratis untuk lulusan SMA/SMK “ ~ sat-jakarta ~

Beberapa tanda lepasnya plasenta, yaitu: perubahan bentuk dan tinggi fundus, tali pusat meman jang, semburan darah mendadak dan singkat. Sambil menunggu plasenta keluar, Mama bisa melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Dokter atau suster akan meletakkan bayi dengan posisi tengkurap di atas perut atau dada Mama dan membiarkan bayi mengikuti insting alaminya untuk menyusu dengan mencari dan mengisap puting payudara Mama. Proses IMD atau skin to skin ini sebaiknya berlangsung selama minimal satu jam.

Yang perlu diingat, tidak semua bayi mau langsung menyusu pada proses IMD. Sebagian hanya akan tertidur dengan tenang di dada Mama tanpa menyusu sama sekali. Mama tidak perlu khawatir, ya, bila ini yang terjadi pada si buah hati. Nikmati saja proses skin to skin dengan si kecil, karena dengan cara itu, ia juga tengah berusaha mengenali dan mengingat “bau” badan Mama.

KALA 4 Tahapan ini dimulai sejak plasenta dilahirkan hingga dua jam berikutnya. Pada fase ini, dokter akan melakukan observasi secara keseluruhan terhadap Mama dan bayi. Pemantauan meliputi: – Kontraksi rahim harus baik. Ini mutlak diperlukan untuk mencegah perdarahan dan memastikan rahim kembali ke ukuran normal.

– Plasenta dan selaput ketuban sudah terlahir lengkap. – Kandung kemih harus kosong. – Luka-luka pada perineum dirawat dengan baik. – Bayi dalam keadaan baik. – Mama dalam keadaan baik. Dokter akan memastikan tidak ada perdarahan dari vagina ataupun organ yang lain. Di fase observasi ini pula, dokter akan memeriksa, apakah Mama perlu penanganan lebih lanjut atau tidak.

Jika terdapat robekan di perineum, dokter akan segera membius area tersebut dan menjahitnya. Observasi ini sangat penting karena perdarahan pascapersalinan umumnya terjadi di rentang waktu dua jam pertama usai bersalin. Jika kondisi Mama secara keseluruhan baik, maka Mama dapat dipindahkan ke ruang rawat inap bersama si buah hati untuk menjalani rawat gabung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *