Kaget Dan Bahagia Merasakan Detak Jantung Janin

”Saat itu umur pernikahanku sudah memasuki usia satu tahun empat bulan. Ketika mengetahui hamil, saya amat bahagia, karena saya sangat menanti-nanti kehadiran sang buah hati. Untuk mengetahui keadaan janin, saya dan suami mencoba pergi ke dokter untuk melakukan USG. Kandungan saya saat itu memasuki usia tiga bulan. Ketika USG, detak jantung janin saya sangat kuat. Saya merasa kaget dan bahagia. Dalam hati saya berpikir, inikah detak jantung anak saya?

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Dokter pun memberi kabar bahagia bahwa anak saya ternyata kembar. Dokter akhirnya mencoba mendeteksi detak jantung anak saya satu per satu. Setelah mendeteksinya, alhamdulillah, kata dokter, detak jantungnya sehat semua. Dari sana saya mengetahui anak saya kembar. Saya pun berpikir bagaimana caranya harus bisa menjaga kesehatan, istirahat, agar detak jantung anak-anak saya bagus dan mereka selalu sehat di kandungan. Saat persalinan, detak jantung si kembar dideteksi bagus walaupun mereka lahir prematur dengan berat badan 1,7 kg.” Habibah, 6 bulan

Banyak syarat “Alhamdullillah, anakku Kevin kalau ngantuk gak pernah rewel. Kevin gak pernah minta gendong kalau mau tidur, dia tidur sendiri asalkan saya ada di sampingnya. Nah, kalau dia mau tidur, tapi saya masih sibuk, di dapur, mislanya, baru, deh, ada saja tingkahnya yang aduhai. Misal, minta buang air kecil, minta cuci muka terus minum susu, sambil bilang, ‘Ma, sini dulu kalau mik cucu… Yang anget, yang enak, jangan ada bulet, jangan bolong. Ma….’ Nah, saat minum susu itu, Kevin selalu pegang baju saya. Kalau tidak, dia pasti marah dan minta minum susu lagi sambil pegang baju.” Liana, mama dari Kevin. A (4).

Tidak Percaya Mendengar Suara Detak Jantung Bayi

”Saat mengetahui sudah seminggu telat menstruasi, saya dan suami langsung pergi ke bidan dekat rumah. Setelah diperiksa, saya dinyatakan positif hamil. Karena masih belum percaya kalau saya benar hamil, suami mengajak saya untuk pergi ke dokter. Dengan menggunakan USG akan lebih yakin karena si janin akan terlihat. Benar saja, saat USG terlihat satu bulatan kecil di dalam rahimku.

Suara detak jantung janin membuat saya terharu, bahagia, takjub, ingin menangis, dan masih merasa tidak percaya. Itulah ungkapan hati yang pertama kali saya rasakan ketika bisa mendengarkan detak jantungnya. Saya masih tidak percaya ada sesosok makhluk di dalam perut. Jantungnya berdetak dan ia juga bergerak di dalam perut. Ini adalah anugerah terindah bagi saya dan suami, anugerah terbesar, serta paling berharga.” Lutfiatus solikhah, 8 bulan

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *