Jangan Sepelekan Sakit Kepala

Sakit kepala bisa menjadi sinyal peringatan bahwa mama dan janinnya berada dalam bahaya, demikian studi yang dimuat di jurnal Neurology. “Sakit kepala umum dialami oleh para mamil. Namun, sulit untuk membedakan antara gangguan migrain yang sifatnya kambuhan dengan sakit kepala yang terkait komplikasi kehamilan,” kata kepala penelitian, Dr. Matthew Robbins, Direktur Layanan Rawat Inap di Montefiore’s Headache Center, New York.

“ tempat terbaik untuk kursus bahasa Jerman di Jakarta Selatan “ ~ sat-jakarta.com ~

Asisten Profesor di bidang Neurologi Klinik di Albert Einstein College of Mesicine ini menyarankan para mamil agar tidak menyepelekan serangan sakit kepala, terutama jika termasuk kategori parah disertai meningkatnya tekanan darah, atau jika mamil tak pernah mengalami gangguan sakit kepala sebelumnya.

Sebab, ini bisa berarti mamil rentan terhadap preeklamsia atau jenis komplikasi kehamilan lain. Dari hasil penelitian, mamil yang memiliki tekanan darah tinggi dan terkena sakit kepala parah berisiko 17 kali lebih besar untuk mengalami komplikasi kehamilan. Jika sebelumnya mamil tak pernah punya riwayat sakit kepala, risiko ini bisa meningkat 5 kali lipat lagi.

Olahraga Mulai di Trimester 3

Hal ini tentunya penting bagi para mamil yang mengawali kehamilannya dengan berat badan berlebih. Menurut studi yang dimuat di jurnal BJOG: an International Journal of Obstetric and Gynaecology, melakukan latihan dengan intensitas sedang akan efektif menurunkan berat badan apabila mulai dilakukan pada tri mester 3. Selain itu, berolahraga juga da pat menjauhkan mamil dari risiko diabe tes gestasional, yang sering menimbulkan komplikasi dalam kehamilan.

Berenang di Pantai, Bolehkah?

Tak ada larangan secara khusus untuk mamil berenang di pantai. Tetapi, bila ingin berenang di pantai harus lebih berhati-hati karena di alam ada berbagai faktor yang tak dapat diprediksi. Waspadai arus air agar tidak terseret ombak. Untuk keamanan, gunakan rompi pelampung juga ya, Ma. Akan lebih baik Mama berenang di kolam renang saja, karena dasar dari pantai tidak diketahui. Begitu juga binatang berbahaya yang ada di dalam air, seperti bulu babi atau kulit kerang yang tajam, sehingga dapat membahayakan Mama. Berenang di kolam renang dapat meminimalisasi hal-hal yang tak diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *