Doktor Karbitan Kampus Guru Bag5

”Memang seperti itu yang saya temukan,” ujar master grafolog yang memiliki sertifkasi dari Karohs International School of Handwriting Analysis, Amerika Serikat, ini. Dosen Muchlis, yang dimintai konfrmasi, mengatakan data itu ada kemungkinan tidak akurat. ”Coba cek ke Pasca,” katanya merujuk pada Pascasarjana UNJ. Sedangkan dosen Mukhneri tidak membalas konfrmasi Tempo. Rektor UNJ Profesor Dr H Djaali, Mpd, berdalih tidak mengetahui persoalan tersebut.

”Itu urusan mahasiswa di lapangan,” ujarnya Kamis tiga pekan lalu. Hasil audit forensik ini bukan satu-satunya bukti. Menurut anggota Tim Evaluasi, Engkus Kuswarno, timnya juga memperoleh bukti mahasiswa ada di dua tempat dalam waktu yang sama. ”Pernah Nur Alam ada di Kendari, sementara di UNJ ada tanda tangan dia pada waktu yang sama,” kata Engkus, akhir bulan lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *