Wawancara Sri Mulyani Bag5

Cukup besar. Paling tidak dari sisi kasus per kasus. Kanwil-kanwil pajak sudah melaporkan bahwa wajib pajaknya, yang akan diperiksa, sekarang ikut tax amnesty. Saya belum punya angka agregatnya, tapi umpan balik dari kanwil-kanwil pajak cukup mengatakan itu merupakan faktor yang signifkan. Bagi wajib pajak, terutama wajib pajak yang besar atau wajib pajak yang signifkan, itu jelas sekali: ”Daripada saya diperiksa, mendingan saya masukin tax amnesty sekarang.”

Kalau nanti diperiksa menggunakan undang-undang biasa, jauh lebih berat. Ini salah satu implementasi yang cukup pelik karena, terus terang, bagi kami bisa jadi kerugian yang cukup signifkan. Karena instrumen yang paling penting dari Dirjen Pajak itu memeriksa, walaupun rezimnya adalah self declare, self assessment.

Relaks Dulu Ya Mam Bag2

Olahraga

Jika saat hamil saja, Mama disarankan untuk berolahraga teratur, apalagi setelah melahirkan. Tak lain untuk menjaga kebugaran tubuh dan ke seimbangan hormon sehingga Mama jadi lebih nyaman dan “tahan banting” menghadapi kesibukan sehari-hari di rumah dalam merawat si buah hati. Sebaiknya, Mama berkonsultasi lebih dahulu kepada dokter mengenai olahra ga yang sesuai dengan kondisi Mama.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Apalagi jika Mama ingin mengembalikan bentuk tubuh seperti semula, pastikan tidak terlalu berat mengingat tubuh Mama belum terlalu siap karena habis melahirkan. Olahraga pernapasan, seperti yoga, sangat baik untuk melepas beban yang mengimpit. Dalam olahraga ini, Mama diminta untuk menenangkan diri, menstabilkan emosi, mengatur napas, juga melakukan gerakan-gerakan yang dapat membuat Mama menjadi lebih tenang dan berpikiran positif terhadap apa yang Mama hadapi dalam hidup. ‘

Me Time

Meski Mama disibukkan dengan aktivitas merawat dan mengasuh bayi, tetapisempatkan untuk memiliki Me Time sehingga Mama bisa melakukan halhal yang Mama senangi. Serahkan bayi kepada Papa, pengasuh, atau orang yang Mama percaya di rumah, kemudian lakukan Me Time. Me Time bisa dilakukan di dalam rumah ataupun di luar rumah.

Di dalam rumah, umpamanya, berendam air hangat di bathtub, duduk di kursi goyang sambil browsing internet, belanja online, menonton film kesukaan di DVD, dan sebagainya. Untuk yang di luar rumah, Mama bisa memanjakan diri di salon/spa, jalan-jalan di mal sekadar cuci mata atau sekalian berbelanja kebutuhan pribadi, bisa juga menikmati makanan kesukaan di restoran langganan, atau menonton film di bioskop, dan lain-lain.

Me Time akan membuat Mama lebih relaks dan sangat baik untuk kenyamanan psikis. Hanya saja, bila hendak melakukan Me Time di luar rumah, pastikan stok ASIP (ASI perah) cukup untuk si buah hati selama ditinggal oleh Mama, pengasuh tahu apa yang harus dilakukannya terhadap bayi selama Mama tak di rumah, kebutuhan bayi yang lain sudah dipersiapkan, dan sebagainya. Nah, selamat bersenang-senang, ya, Ma!

Sumber : https://eduvita.org/

 

Topi Baja Putih Calon Pemenang Nobel Sukarelawan

Helmet, yang bergerak di Suriah, pekan lalu dinomi nasikan sebagai pemenang Hadiah Nobel. Lebih dari 130 organisasi di dunia mendukung pencalonan ini. bertopi baja putih atau WhiteSejak 2013, lembaga swadaya masyarakat ini telah memperlihatkan keberaniannya menolong korban pengeboman pesawat tempur pemerintah Suriah dan Rusia.

Di bawah desingan peluru para penembak jitu dan bombardemen yang masih berlangsung, mereka menarik para korban dari reruntuhan bangunan yang luluh-lantak atau terbakar agar mendapat perawatan medis. Tukang roti, penjahit, insinyur, pelukis, dan apoteker bergabung dalam organisasi yang bertekad menolong warga sipil korban Perang Suriah ini tanpa mempedulikan latar belakang agama dan kecenderungan politik.

Kelompok dengan 3.000 anggota ini beroperasi di seluruh Suriah, termasuk Kegubernuran Aleppo, Idlib, Latakia, Homs, Deraa, dan Damaskus. Kepada Al Jazeera, Ammar Aosalmo, anggota senior kelompok ini, menyebutkan 134 anggota Topi Baja Putih tewas. Terakhir, Kamis pekan lalu, Khaled Omar, 31 tahun, sukarelawan yang berhasil mengeluarkan seorang bayi dari reruntuhan pada 2014. Kritik menyebutkan Topi Baja Putih menerima ribuan dolar dari Amerika dan pasukan gabungan NATO. Pemenang Hadiah Nobel untuk Perdamaian akan diumumkan pada 7 Oktober.

Odha Tetap Berhak Punya Keturunan

Dengan program kehamilan yang tepat, anak yang dilahirkan dari Mama dengan HIV/AIDS bisa terbebas dari infeksi virus mematikan ini. Betul, Mama. Sekarang ada treatment dengan HIV/AIDS yang ingin hamil, supaya bayinya tidak khusus bagi Mama tertular, juga pasangannya yang bisa saja bukan penderita HIV/AIDS. “Ya, dengan treatment tersebut, saya bisa mempunyai keturunan yang sehat, normal, dan tidak terinfeksi virus yang saya idap,” ungkap Putri Chery.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Perempuan dengan HIV/AIDS ini telah memiliki tiga buah ha ti yang sehat (tidak terinfeksi) dari pernikahannya de ngan suami bukan ODHA (orang dengan HIV/ AIDS). Putri menjelaskan, jika seorang pe rempuan de ngan HIV/AIDS ingin hamil, ia harus konsultasi ke dokter dan banyak belajar, lalu mengikuti program PMTCT (Prevention Mother To Child Transmission) alias Pencegahan Penularan Ibu ke Anak (PPIA). “Paling penting, jangan sampai putus mengonsumsi obat ARV atau antiretroviral,” ujar Putri.

Fit Dulu Baru Hamil

Tentunya, saat akan menjalankan program kehamilan PMTCT, ODHA dan pasangannya (baik sesama ODHA atau bukan harus sedang dalam kondisi fit. &ara mengukur kadar fit ini adalah melalui uji cluster Differentiation 4 alias CD4 (tes pengukuran sel darah putih). Dalam kondisi fit berarti kadar virus viral load) HIV tidak terdeteksi dan ini harus dimulai sejak masa prakonsepsi (sebelum hamil) sampai masa persalinan dan mengasuh bayi.

Jika sudah dinyatakan oke alias “sehat”, barulah lanjut ke langkah berikutnya, yaitu me ngecek program pengobatan ARV (Antiretroviral) yang sudah pernah atau sedang dilakukan. Jika belum atau sempat terputus kurang dari enam bulan, maka ODHA harus menjalani program ini terlebih dahulu sebelum melangkah ke tahapan selanjutnya, yai tu pembuahan dan PMTCT. Program pengobatan ARV ini penting, karena ARV bertujuan meng optimalkan kesehatan ODHA dan me ngurangi jumlah virus HIV, serta me lakukan restorasi (perbaikan) fungsi imunologis tubuh agar kembali normal.

TIDUR SAMBIL DUDUK “Sampai saat ini Oliv tidurnya lasak. Awal tidur posisinya masih di bantal, tengah malam pasti posisinya sudah berubah, kadang kakinya di badan saya atau di badan mamanya, atau di kepala kami. Hingga suatu malam saat saya bangun melihat Oliv tidurnya sambil duduk di lantai dan kepala di kasur. Entah kenapa dia seperti itu. Gara-gara itu, hampir setiap malam saya atau mamanya bangun hanya untuk melihat posisi tidur Oliv.”

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Kala Masjid (Dicap) Menebar Ancaman Bag3

”Kejadian ini seharusnya memperkuat ikatan yang telah lama terjalin di antara kita,” ujar Auguste Moanda-Phuati, pastor pengganti Hamel, di dalam masjid. Imam Masjid Yahya, Abdellatif Hmito, mengatakan aksi brutal dua pelaku tidak akan pernah merusak hubungan harmonis antara komunitas muslim dan Kristen di St. Étienne du Rouvray.

”Kalian, para pembunuh, tidak tahu sejarah kota ini, siapa Bapa Hamel, dan bagaimana sejarah masjid ini,” kata Hmito dalam khotbahnya. ”Kalian telah salah mengira tentang kami (umat Islam), dan kami tidak akan memaafan kalian atas kejadian ini.” ? ? ? INSIDEN pembantaian Pastor Jacques Hamel mengentak publik Prancis. Dua pelakunya, Adel Kermiche dan Abdel-Malik Nabil Petitjean, memaksa pria 85 tahun itu berlutut di altar, dan menggorok lehernya dengan belati.

Berbagi Tip Tangani Anak Jatuh

Betul banget, Ma! Kalau punya anak balita, kita memang harus siap menghadapi risiko si buah hati terjatuh. Apalagi di usia batita, si kecil sedang lincah-lincahnya, seperti yang dialami oleh Shireen Sungkar (23). Buah hatinya, Teuku Adam Al-Fatih (1,3), pernah terjatuh dari tempat tidur, juga terpeleset.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

“Sebenarnya, sih, kejadiannya tidak hanya itu, banyak. Tapi yang agak lumayan, ya, dua itu,” papar pemeran Fitri dalam sinetron “Cinta Fitri” ini. Peristiwa jatuhnya Adam dari tempat tidur terjadi saat ia sudah bisa berguling. Kala itu, usai bermain berdua dengan Adam, Shireen ketiduran. “Saya terbangun karena Adam nangis kenceng. Dicaricari tidak ada. Eh, tak tahunya sudah ada di lantai. Serem, dong, langsung Adam dibawa ke dokter,” kenang Shireen. Nah, saat konsultasi itu, ungkap Shireen, dirinya baru, deh, dapat pengetahuan bagaimana menangani anak jatuh.

“Kalau setelah jatuh, anak menangis, tidak ada darah, tidak ada lebam, masih sadar, itu tandanya anak masih oke. Tapi jika yang terjadi sebaliknya, barulah diwaspadai dan harus mendapat pertolongan medis,” papar istri dari Teuku Wisnu Yusar (30) ini. Setelah kejadian jatuh dari tempat tidur, saat bermain dengan Wisnu, Adam sempat jatuh yang lumayan parah lagi. “Entah ceritanya bagaimana, tiba-tiba Adam kepeleset dan kejedot pintu, langsung ke lantai. Tentu Wisnu dan saya kaget juga takut. Tapi kami sudah lumayan bisa tenang, sebab sudah tahu ilmu menghadapinya,” kata Shireen.

“Setelah diamati tidak apa-apa, saya cek sekujur tubuhnya dengan diraba, dari kepala hingga kaki ternyata tidak apa-apa. Jika memang kenapa-kenapa saat diraba itu, Adam mustinya akan nangis, tapi ini tidak.” Sejak peristiwa jatuh terpeleset yang terjadi beberapa minggu lalu itu, menurut Shireen, Adam jadi takut untuk berjalan sendiri tanpa berpegangan. “Tadinya dia sudah bisa, lo. Sekarang berdiri sendiri saja gak berani kalau tidak pegangan. Ya, inilah PR saya dan Wisnu, mengembalikan kepercayaan diri Adam,” ucap Shireen yang sedang terlibat dalam penggarapan sinteron “Di Bawah Lindungan Abah”.

Oleh karena itu, tambahnya, sekarang ini dirinya dan Wisnu harus lebih banyak meluangkan waktu bersama anak untuk bermain bersama sambil mengajaknya berjalan, memancingnya mau berdiri tanpa berpegangan, dan menatihnya setiap kali Adam mau berjalan. Ya, dengan adanya pendampingan orangtua, si kecil pasti akan kembali pede untuk berjalan sendiri. Yakin, deh! Pengalaman membuat Shireen bisa berbagi satu tip lagi, “Anak bayi-balita yang sudah aktif jangan sekalikali tidur di atas ranjang. Baiknya ranjang di-out dulu. Jadi, kasur saja langsung di lantai. Lebih aman.”

Sumber : https://ausbildung.co.id/